Alkapon Jawara Sejati di Gandrung Cup’18
Balap

Alkapon Jawara Sejati di Gandrung Cup’18

Pertarungan di trek balap Desa Plampangrejo Muncar Banyuwangi 30 Maret-1 April 2018 Minggu lalu berjalan tersendat, meski di hari Minggu lomba selesai dan terwujud sang juara sejati dengan 456 peserta. Kali ini Alkapon, milik Agus Banyuwangi sebagai jawara sejati.

Di hari Jum’at jarak 500 meter hampir 35 seri bakal tergelar. Setelah panitia merekap 20 seri dan sebagian besar sudah diterbangkan, turun hujan deras. Pukul 12.30 wib angin kencang dan hujan deras. Mau tidak mau pembalap yang sebelumnya akan diterbangkan harus berhenti.
Selang satu jam hujan berhenti dan lomba dilanjut. Beberapa pembalap kembali didaftarkan, panitia melakukan rekapan. Babak pertama dan kedua, sekitar 20 seri sudah berjalan dan tujuh seri sudah direkap, serta siap diterbangkan, akan tetapi hujan turun kembali. Kali ini panitia harus menghentikan jalannya lomba.


“Sementara lomba di break dulu. Sebab, alam belum bisa bersahabat,” terang Lalak, Kasi lomba Pengda PPMBSI Jatim.
Satu jam kemudian, hujan reda dan panitia siap memberangkatkan jalannya lomba dan pendaftaran dilanjutkan. Namun, terjadi pembalap yang siap diberangkatkan, akhirnya dihentikan kembali akibat turun turun. Melihat waktu sudah mulai malam, akhirnya lomba dihentikan. Sekitar 20 seri lebih sudah terbang di babak pertama dan sebagian yang sudah mendaftar uangnya besok dikembalikan.
Sebelum peserta pulang, panitia membuka pendaftaran utama junior ring 2017 dengan biaya Rp 20 ribu. Sekitar 340 peserta terdaftar di panitia lomba. “Besok pukul 11.00 wib, untuk lomba junior diterbangkan. Bila terjadi keterlambatan, panitia tak bertanggung jawab,” tegas Lalak.

Di hari Sabtu, lomba kembali digulirkan pukul 11.15 wib, babak pertama junior ring 2017 diterbangkan. Terbangan gelombang pertama empat rekap (120 peserta), dilanjut terbangan kedua dan sekaligus daftar ulang. Sekitar 362 pesetrta di junior digulirkan. Selanjutnya disambung seri-serian. Tepat pukul 12.30 wib, kembali hujan deras disertai angin kencang. Dua jam hujan terus membasahi trek balap.

Melihat hujan reda, panitia langsung mengjalankan lomba utama junior bersama seri-seri. Lagi-lagi setelah berjalan satu jam setengah, hujan kembali turun. Saat itu separuh terbangan di babak kedua junior. Hujan baru reda pukul 16.30 wib. Karena kondisi sudah sore, lomba dihentikan. Total pendaftaran dibagi peserta sisa, tiap peserta mendapat Rp 85 ribu.
Sedangkan di seri-seri ada yang sudah terbang dua kali dan satu kali. Tercatat sekitar 15 seri yang sudah terbang, dan 10 seri lainnya uang dikembalikan ke peserta 100%. “Kita hanya bisa berusaha, tapi semua diserahkan ke penguasa alam ini,” tandas beberapa peserta.

Sementara di utama Minggu, panitia kebanjiran peserta. Kali ini panitia meraup 456 peserta, plus daftar ulang. Jumlah yang dibatasi oleh panitia ini, membuat bebera peserta yang mau ikut daftar ulang gremeng. “Jika tak kita batasi lomba ditakutkan tidak selesai. Sebab, melihat dari kondisi trek balap kurang bagus,” tegas Lalak kepada beritamerpati.com.
Terbangan babak pertama dijalankan pukul 11.30 wib, ada tiga rekap (sekitar 90 terbangan) dijalankan. Dilanjut gelombang kedua dan daftar ulang. Babak demi babak dijalankan, meski dibabak kedua panitia baru menyelesaikan pukul 15.10 wib. Babak ketiga pun dijalankan, meski ada beberapa peserta yang harus melakukan protes dan hasilnya semua puas.
Menginjak babak 20 besar, kembali persaingan mulai memanas. Kali ini pembalap tuan rumah Banyuwangi 5, Solo 1, Klaten 2, Pasuruan 3, Bandung 2, Kediri 1, Blega Bangkalan 1, Jakarta 1, Pamekasan 1, Situbondo 1, Sampang 1 dan Sumenep 1.
Karena tinggal lima pembalap, akhirnya dilakukan undian, kali ini Btg Sangkan mendapat bye, Alkapon Vs Rahwana. Lag-lagi, pembalap ring Nocomen ini meraih kemenangan, sedangkan Buser Vs Dayak KS dimenangkan oleh Buser.
Di babak ke-9, tinggal tiga pembalap, kali ini Btg Sangkan kembali mendapat bye. Pertarungan di sefinal Alkapon Vs Buser. Meski satu daerah, Alkapon tak mau memberi ampun, terbang cepat dan pukul lawan dilakukan, sehingga Alkapon mendarat ditangan joki lebih dulu dan melaju ke final Vs Btg Sangkan Jakarta.
Tepat pukul 17.30 wib, partai final diterbangkan. Raut wajah tegang dan gembira di dua joki. Setelah kedua pembalap lepas dari tangan joki, teriakan memangil pembalap makin keras. Disambut juga dengan penonton yang ada di bibir garis finish.
Lagi-lag joki Alkapon Mr K tambah ceriah ketika Alkapon terbang sendiri sekitar 200 meter dari joki. Sedangkan Btg Sangkan harus putar di start.
Al hasil, Alkapon dinobatkan sebagai jawara lomba nasional Banyuwangi dengan total peserta 456. Jumlah peserta yang belum terpecahkan sementara lomba nasional 2017-2018 selama delapan putaran.
Selamat Alkapon Anda layak menjadi bintang dan segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih, serta mohon maaf jika dalam perjalanan lomba ada khilaf.

Advertisement

Post Comment