ARSENIC YOGYA, Generasi Kedua Marere Trah Jamaica
Profil

ARSENIC YOGYA, Generasi Kedua Marere Trah Jamaica

Advertisement

Setelah mencuat namanya di tahun 2009 lalu lewat Marere, WS team Yogya di tahun 2010 dan 2011 minim prestasi dan jarang hadir di lomba nasional. Kualitas pembalap unggulan jauh dari harapan. Melihat kondisi seperti ini, WS team berusaha mencetak bibitan baru.
Lewat indukan satu babak lain ibu dengan Marere, akhirnya anakan ke-5 muncul Arsenic. Al hasil, di lomba nasional 2012 Yogya, Arsenic kembali mengangkat nama WS Team dipentas lomba nasional, sekaligus masuk dalam the best peringkat nasional 2012.

JAWARA NASIONAL YOGYA. Kembali bangkit.

Menurunnya prestasi Marere di lomba selanjutnya, membuat semangat WS team di trek balap nasional kurang greget. Meski harus mengeluarkan dana lebih setiap kali ikut lomba, asalkan pembalap juara, tidak menjadi masalah. Tapi, dana sudah keluar lebih, prestasi yang didapat tidak sesuai harapan. Mau tidak mau evaluasi makin ditingkatkan.
Apa, pembalapnya sudah harus masuk kandang atau harus mencari penganti. Pemikiran itu yang harus dilakukan, jika tetap eksis di dunia merpati balap. “Sebab, tanpa jago di lomba nasional, serasa hampa. Masalah kalah menang merupakan hal biasa. Tapi, jika kualitas pembalap makin lama makin menurun, harus cepat-cepat masuk kandang,” tutur Bambang motor penggerak WS Team.
“Tak mudah mencetak pembalap juara di lomba. Apalagi banyak pembalap muda kualitas tiap tahun hadir di lomba nasional. Sprint dan tembaknya luar biasa. Jika ingin pembalap juara, minimal harus cari yang lebih baik,” tambahnya.
Oleh karena itu, sambungnya, masuknya kandang Marere beberapa tahun silam, membuat WS Team harus mencari pengganti. Setelah indukan (bapak) Marere disilangkan dengan betina anak dari silangan Jamaika Vs Singa Afrika, beli dari Abay Palem Tasikmalaya, muncul sekitar 10 anak. Anak kelima, muncul jantan dan betina.
“Jantan ini akhirnya diberi nama Arsenic,” tegas Bambang di kandang Imogiri Yogya.
Setelah dilatih, kualitas terbangan tembak bagus. Dari style terbang seperti kakek-nya yakni Leonard dan tembakan seperti trah Jamaica, tenang dan tepat di tangan joki. Dilatih-lah terus dan ketika ada lomba nasional Yogya, Arsenic dicoba untuk ikut di lomba. Di Galatama 1000 meter dan 500 meter, prestasi Arsenic tidak ada.
Ketika masuk babak semi final, Arsenic harus kandas. Kekalahan Arsenic di Galatama 1000 meter dan 500 meter tidak membuat Kancil putus asa. Di lomba utama, Arsenic kembali di turunkan. Meski hanya membawa satu pembalap, namun yang juara satu cuma satu pembalap.
Babak demi babak, pembalap anak indukan jantan ring Leonard JNT-16 ini makin solid dikalahkan. Lawan yang menghadang selalu dibuat kalang kabut. Jelang tengah lomba, lawan selalu kalah sprint. Jika tempel ketat disekitar 200 meter dari joki, jelang 50 meter langsung melakukan sprint cepat dan lawan tertinggal sekitar 2 meter.
Tak hanya itu, tembakan keras dan tepat di tangan joki, juga membuat lawan selalu kalah lebih awal. Arsenic diputus selalu menang dan sampai babak final. Di final, pembalap ring WS-213 ini dihadapkan dengan Darma, pembalap satu daerah milik Walek Yogya.
Setelah diterbangkan, laju Arsenic makin tambah kencang dan akhirnya pembalap ring PPMBSI 015906-11 dinobatkan sebagai juara pertama dan mendapat point 160. Lewat point telak ini, akhirnya Arsenic masuk 13 besar pembalap the best nasional 2012.

Post Comment