Diguyur Hujan 3 jam, LU LJB’19 Pasuruan Batal
Balap

Diguyur Hujan 3 jam, LU LJB’19 Pasuruan Batal

Advertisement

Musim hujan selalu menghantui panitia dalam gelaran lomba. Ini terbukti di LJB’19 Putaran ke-3 Pasuruan 15-17 Maret 2019 trek balap Bokir Pasuruan minggu lalu di lomba utama (LU) Minggu harus batal. Akibat diguyur hujan selama tiga jam lebih. Setelah babak pertama plus daftar ulang selesai, hujan turun dengan deras dan sampai tiga jam tidak reda. Akhirnya, panitia bersama peserta memutuskan lomba dihentikan dan total pendaftaran dikalihkan harga tiket setelah dipotong 10% dibagikan ke pembalap yang tersisa.

JUAL TIKET. Laris manis, sayang setelah itu turun hujan.

Harapan panitia untuk menggelar lomba tuntas tas dan terwujud juara sejati harus kandas memasuki babak kedua sekitar pukul 13.50 wib, setelah babak pertama (daftar ulang) selesai dijalankan. Sebanyak 174 peserta ikut di utama Minggu harus menunggu sekitar satu setengah jam agar hujan reda. Namun, harapan untuk lomba sangat berat, sebab kondisi mendung putih dan minim sekali angin biasanya hujan bakal lama.

PANITIA BEREMBUK. Akhirnya lomba dihentikan.

Dari sinilah, panitia pukul 15.00 wib memanggil perwakilan daerah untuk berembug. Al hasil, keputusan panitia bersama perwakilan menunggu hujan reda sampai pukul 15.30 wib, namun melihat dari cuaca yang ada, maka saat itu pula diputus lomba dihentikan dan total peserta dikalikan harga tiket dipotong 10% dibagi kepada pembalap yang tersisa.
“Melihat dari kondisi seperti ini, saya sebagai ketua panitia mohon maaf lomba tidak bisa dilanjut karena hujan tak reda-reda. Sebagai manusia hanya bisa berusaha, namun alam tak mendukung apa boleh buat,” tutur Budi SG, kepada beritamerpati.com.

SPANDUK WAJIB DI PASANG. Selalu dijalankan oleh panitia LJB’19.

Sementara itu, di dua hari lomba Galatama 500 meter dan 800 meter lomba tergelar, meski di Galatama 500 meter juga diguyur hujan saat pendaftaran lomba. Namun, pukul 14.30 wib hujan reda dan pendaftaran dilanjut. Sekitar 10 seri terselesaikan sampai pukul 16.30 wib.
Di Galatama 800 meter cuaca mendukung sekitar 19 seri tergelar. Delapan seri di junior ring 2019 dan 2018, sisanya umum. Sayangnya di seri bergengsi yakni Perang Bintang (PB) kosong. “Melihat dari kondisi arah angin dan cuaca, peserta enggan untuk daftar di PB, tapi di seri bawah penuh. “Ada kemungkinan, pembalap di lomba kali ini tidak dikuras tenaganya guna persiapkan di nasional Kediri,” ucap Lalak Saputra Kasi Lomba Pengda PPMBSI Jatim.

BERSAMAAN NASIONAL SOLO
Berubahnya jadwal lomba nasional Bandung yang sudah ditetapkan di Rakernas PPMBSI berganti ke Solo cukup disayangkan oleh Ketua Penglok PPMBSI Pasuruan. Sebab, alasan Penglok PPMBSI Pasuruan mengambil jadwal lomba LJB’19 pada tanggal 15-17 Maret 2019 tidak lain dikarenakan pada tanggal dan bulan yang sama lomba nasional jatuh di kota Bandung.
“Karena jarak yang cukup jauh itu, membuat saya untuk mengambil jatah LJB’19 putaranketiga,” tutur bos SG Team Bangil ini.

BUDI SG (DUA DARI KANAN). Sebaiknya putusan Rakernas Jadwal Lomba tidak dirubah.

Tidak tahunya kurang lebih dari dua buangan, mendengar bahwa jadwal lomba nasional Bandung berganti ke Solo. “Kalau cara seperti ini, apa yang diputus di Rakernas, selanjutnya dirubah secara mendadak, terus buat apa hasil keputusan di Rakernas,” ucap Budi SG serius kepada beritamerpati.com.
Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi di lomba selanjutnya. Jika itu dikarenakan trek balap tidak siap, bisa pakai trek balap lainnya. Di Jawa Barat cukup banyak trek balap sekelas nasional. Seperti halnya yang pernah kita alami ketika gelar lomba nasional di Pasuruan tahun 2018 lalu. Seteleh diputus trek balap Raci Pasuruan tidak bisa dipakai karena ada acara kumpul-kumpul penghobi motor gedhe, maka kita sebagai pengurus Penglok PPMBSI langsung mencari alternatif trek balap yang bisa dipakai untuk lomba sekelas nasional.
Ditemukan trek balap Desa Kalianyar Bangil, meski di akhirnya pembiayaan jauh lebih besar dari Raci. Tapi, semuanya harus kita jalankan sesuai jadwal resmi yang sudah diputus di Rakernas. Hal seperti inilah seharusnya kita jalankan untuk menghargai keputusan Rakernas.
Sekali lagi, kedepanya untuk keputusan di Rakernas dalam hal ini jadwal lomba, apa pun yang sudah diputuskan wajib ditaati. Sebab, sebelum memutuskan (mengambil jadwal lomba) para perwakilan Pengda yang hadir sudah tahu, tanggal sekian di daerah ini bisa dibuat digelar lomba atau sebaliknya.

Advertisement

Post Comment