Dua Finalis Jeblos, Narkoba Juara di Nasional Sumenep
Berita

Dua Finalis Jeblos, Narkoba Juara di Nasional Sumenep

Advertisement

Grand opening lomba nasional 2018-2019 jatuh di trek balap Lanud Trunojoyo Sumenep 1 Agustus-2 September 2018 berjalan sukses. Tiga pembalap asal Sidoarjo Jawa Timur dominasi juara. Salah satunya Narkoba milik H Ma’ruf meraih juara pertama, disusul oleh Robicon milik EPS Team dan Carlitos juga milik H Ma’ruf.

PARTAI FINAL. Keduanya jeblos di tengah joki.

Lomba yang diawali hari Jum’at dengan jarak 500 meter berjalan lancar. Sekitar 28 seri termasuk seri junior ring 2018 terbilang sukses. Lomba dimulai pukul 12.30 wib selesai pukul 16.45 wib. Lewat kecepatan panitia, 28 seri tuntas tas dan terwujud sang juara.

JUARA 10 BESAR. Selamat ya..

Diseri Perang Bintang (PB) senior kali ini pembalap asal Bangkalan Btg Baru milik H Binoto berduel ketat dengan Teves Jr, pembalap milik Ferry Bondowoso. Teves Jr yang dilomba sebelumnya di Bondowoso dengan total Rp 25 juta mampu menjadi sang juara, kali ini harus bergulat ketat.
Lagi-lagi tenaga tersisa Teves Jr pun tak mampu ketika memasuki 100 meter dari joki. Btg Baru melakukan sprint cepat dan akhirnya lebih dulu hinggap di tangan joki.

TEVES TEAM. Bangga Teves Jr sabet juara ke lima

Let pun menunjuk Btg Baru sebagai juara pertama, dilanjut dengan PB Junior ring 2018, kali ini Fir’aun milik Andi Fafa Pamekaan berbagi tabanas dengan Btg Kalisari milik Kalisari Team Sampang. “Guna persiapan dihari Sabtu, maka final kita putus tidak lepas. Hemat tenaga pembalap.” tegas Sifi, sang joki Btg Kalisari kepada beritamerpati.com.

SERTU MAS TEAM. Dapat juara ke enam

Di hari berikutnya yakni Sabtu, dua lomba digelar. Pertama utama junior dengan total Rp 30 juta, mendapat 196 peserta plus daftar ulang. Di junior utama ring 2018, kali ini pembalap asal Malang yakni BRI milik Wahok (Langgeng Team). Dipartai final, BRI harus berhadapan dengan Lenza milik SBM Novi Tulungagung dengan joki Yusuf.
Setelah kedua pembalap diterbangkan, keduanya melakukan terbang cepat. Lagi-lagi Lenza pun tak menyerah, tempel ketat pun dilakukan. Setelah mendekati sekitar 200 meter, keduanya tetap tempel ketat. Namun menginjak sekitar 60 meter dari joki, keduanya mulai sedikit renggang.

SB TEAM BANYUWANGI. Akhirnya masuk 10 besar

Apa yang terjadi? BRI yang usianya belum genap setahun ini melakukan sprint cepat. Lagi-lagi sprint cepatnya disambut dengan tembakan keras di tangan joki. Joki Ilham langsung menangkapnya dengan akurat. Al hasil, let Sandono memutus BRI sebagai juara di junior ring 2018.

SANG JAWARA. Puas hasil yang didapat.

Dengan kemenangan ini, BRI, Lensa, Buana dan Patas di lomba junior berikutnya tidak boleh ikut. Sebab, di lomba utama kali ini meraih 4 besar. Juga, di Galatama junior tidak diperbolehkan ikut. Jika ikut dan ketahuan pengawas lomba, maka akan di diskualifikasi.
Di PB 800 meter, Btg Baru milik H Binoto Bangkalan kembali sabet juara, setelah di final menang tembak dan sprint cepat oleh Angin Laut milik Tekhin Situbondo. Dengan dua kali meraih PB, Btg Baru patut diacngi jempol dan sangat bahaya di lomba utama.

JUARA RUNNER UP. EPS Team bangkit dari tidur panjang.

“Kita tunggu dilomba besok (utama minggu), kita berharap Btg Baru mampu meraih juara seperti di dua hari ini,” terang H Binoto kepada beritamerpati.com.
Sementara di lomba utama kali ini panitia meraup 256 peserta. Sudah termasuk daftar ulang. Babak pertama dilepas pukul 11.15 wib, seperti kesepakatan di hari sebelumnya. Terbangan pertama dimulai dan berakhir sampai daftar ulang.
Sayangnya, ada sedikit kesalahan panitia, dimana kartu kocokan yang kalah tercampur ke yang menang. Akhirnya, kurang lebih 30 menit waktu terbuang sia-sia.
“Ya, namanya manusia tidak bias sempurna. Ada sedikit kesalahan seperti ini boleh-boleh saja, terpenting lomba berjalan lancar dan tidak ada peserta yang komplain, jika merpatinya menang dan tidak terbang. Semua pembalap yang menang terbang dan tidak ada satu pun yang komplain,” tegas Lalak Saputra, Kasi lomba Pengda PPMBI Jatim.

10 BESAR JAWARA JUNIOR RING 2018. Muda-muda kualitas super.

Babak demi babak pun berjalan lancar, sampai pukul 15.30 wib 11 besar pembalap dijalankan. Terbangan pertama, Jendral Muda Vs Robincon. Lagi-lagi, sprint dan tembak Robicon tak mampu dibendung oleh Jendral muda. Akhirnya Jendral Muda mengakui keunggulan Robicon. Terbangan ke-2 Carlitos Vs BCA malang. BCA yang satu team dengan BRI ini harus kalah, Carlitos melaju ke babak berikutnya.
Terbangan ke-3 Raja Silup kalah tembak dengan Narcoba. Terbangan ke-4 Sinar Terang mampu mengalahkan Bayonet Pamekasan dan Teves Jr mendapat bye.
Babak ke tujuh (5 besar) tergelar. Tepat pukul 15.45 wib diterbangkan. Kali ini Narcoba mempertontonkan kebolehannya Sinar Terang di terbangan sebelumnya mengalahkan Bayonet harus kalah tembak dengan Narcoba. Diterbangan berikutnya Teves Jr harus mengakui keunggulan Carlitos, sedangkan Robicon menang dengan Btg Sertu Sampang.

JAWARA PERANG BINTANG. Makin lebih sempurna.

Karena tinggal tiga, akhirnya dilakukan pengambilan bye. Kali ini Robicon mendapat bye, sedangkan Narkoba Vs Carlitos. Karena satu joki dan satu pemilik, akhirnya joki Gito mengambil satu pembalap Narkoba untuk terbang di final.
Tepat pukul 16.05 wib, partai final diterbangkan. Kedua pembalap pun terbang arah kanan joki. Terbang tinggi dilakukan. Saling tempel ketat pun dijalani. Menginjak tengah lomba kedua pembalap mulai turun. Menginjak 200 meter dari joki, keduanya tetap melakukan tempel ketat dan ini sampai jelang 50 meter dari finish.
Lagi-lagi tempel ketat pun tak terelakkan, sehingga jelang10 meter dari joki keduanya pun melakukan tembakan keras. Apa yang terjadi?
Kedua pembalap pun melakukan tembakan tepat ditengah kedua joki, Narkoba dan Robicon pun sama-sama lepas dari tangan joki. Sayangnya, lepasnya Narcoba menabrak penonton yang ada dibelakang joki dan lebih mudah diambil oleh joki. Sedangkan Robicon lebih kebelakang jauh dari joki, sehingga tidak bisa diambil oleh joki.
Karena Narkoba lebih dulu diambil oleh joki, maka let Sandono memutuskan Narkoba sebagai juara dan Robicon sebagai runner up.
Segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan peserta lomba, sehingga lomba berjalan lancar dan sukses. Mohon maaf jika ada khilaf dalam perjalanan lomba. “Dan sampai jumpa di lomba-lomba akan datang,” terang Matsin, panitia, sekaligus Ketua Penglok Sumenep dengan wajah ceria.

Advertisement

Post Comment