Efek Cacing Pita, Terbang Bisa Jadi Loyo
Tips dan Tricks

Efek Cacing Pita, Terbang Bisa Jadi Loyo

Advertisement

Secara kasat mata, serangan cacing pada pembalap memang cukup membahayakan. Kondisi pembalap makin kurus dan tak berkembang, serta pada pembalap jantan ketika terbang mudah loyo dan tak kencang.
Tapi, gejala seperti ini sudah umum, sehingga mania langsung memberikan obat cacing, baik buatan dalam negeri atau luar negeri. Terserah mania, mana yang lebih cocok.
Namun, serangan cacing pita pada jantan (pembalap lomba) membuat pembalap mudah loyo dan sprint terbang makin lama makin menurun. Parahnya, biasanya melakukan tembakan, kali ini malah sebaliknya. Akibatnya, seharusnya menang, malah pembalap lawan yang lebih dulu masuk kepelukan joki.
Lain lagi, bagi betina yang bisa mengakibatkan rusaknya sel telur yang menghubungkan dengan sperma. Merpati betina tidak lagi bisa produksi telur dengan baik. Jika bisa, hasilnya tidak maksimal sesuai apa yang diharapkan.

Menurut beberapa dokter hewan yang dikonfirmasi Tabloid Burung, cacing pita merupakan cacing yang bersifat Hemaprodit, yakni dalam satu induvidu memiliki dua jenis kelamin, yakni jantan dan betina yang terdapat pada segmen-segmen badannya.
Sehingga secara ilmiah, cacing pita dianggap bukan satu induvidu, malainkan satu koloni. Namun tidak salah, jika ia dikatakan sebagai induvidu banci karena berkelamin ganda tadi. “Hermaprodit memang berarti banci,” tegasnya.
Sementara dikepalanya, ada bagian yang merupakan alat pengisap dan alat kait yang perwarnaan menyerupai bibir berliptiks. Tepatnya, cacing pita Hermaprodit mirip banci berlipstik. Tapi, ganas!. Karena cacing pita bercokol di organ usus dan meyabut dengan menyerap sari-sari makanan untuk kepentingannya.
Sabotase cacing pita berkonsentrasi pada usus besar. Untuk membedakan sabotase cacing pita dengan cacing lain Askaris yang juga banyak menyerang. Cacing pita bisa main sabotase dengan kolaborasi bersama bakteri ganas penyebab NE.
Ironisnya, penyakit ini jika tidak cepat-cepat ditangani akan mengarah kematian pembalap.
Terus, lagi-lagi bagaimana cara mengatasinya?
Menurutnya, pertamanya harus menelusuri secara runtut, mengapa cacing ini bisa mengakibatkan pertemuan sel telur terhambat. Bisa-bisa hasil yang didapat dalam sel telur minim sekali. Sehingga ketika menetas, kualitas pembaplap jauh berbeda dengan indukannya.
Setelah ditelusuri tahu, maka mania bisa bertindak dengan pemberian obat yang tepat sasaran. Secara signifikan memberi pengaruh pada pemberantasan cacing pita.
Selain itu, mania dalam mengatasinya harus memgambil tiga cara yakni pertama mencegah sambil mengatasi kasus infeksi yang terlanjur membombandir. Ciptakan kondisi dan situasi kesehatan lingkungan yang baik dan benar. Tetapi, dengan obat anti cacing yang efektif dan optimal. Dan mengulang pengobatan dalam jangka waktu tertentu.
Dalam pengobatan ini, biasanya mania menjadi saling-silang, obat apa yang pantas diberikan, sehingga pembalap terlepas dari cacing pita, terutama pada bentuknya. Bagaimana pola bagi yang efektif dan ekonomi? Lebih baik dosis tunggal atau berulang? Sehingga pembalap terbebas dari serangan cacing pita.
Adapun obat yang biasa dipakai, bisa menggunakan Wourmout Plus tablet. Obat cacing ini cukup bagus guna membasmi berbagai jenis cacing yang masuk dalam tubuh pembalap, baik itu untuk betina atau pejantan.
Intinya, bisa menghilangkan cacing secara tuntas ditubuh pembalap. Biasanya diberikan usai keluar dari lomba atau istirahat. Cukup sehari satu tablet. Ini dilakukan kembali sekitar 6 bulan atau 7 bulan beriktunya.
Untuk pembalap yang diberi obat ini tidak perlu istirahat lama, cukup 24 jam, pembalap bisa dilatih kembali tanpa mengurangi kualitas terbang dan tembak. Jika tidak percaya, mania bisa mencoba sendiri dan hasilnya bisa dibuktikan.
Jika sudah dijalankan, maka mania bisa mengerti kelemahan betina daya turunnya kok begitu lemah, sehingga bisa diputuskan karena cacingan, atau buah dari hasil trah darah keturunan yang jelek.

Advertisement

Post Comment