KANDANG LEMBAB; Bisa jadi Gudangnya CRD
Tips dan Tricks

KANDANG LEMBAB; Bisa jadi Gudangnya CRD

Bebera hari lalu, beritamerpati.com dicurhati oleh mania Probolinggo, sekitar 10 pembalap mati mendadak tanpa sakit. Apa penyebabnya, sore kelihatan sehat, besok paginya ditemukan mati. Itu pun bukan satu atau dua, sekaligus.
Menurut beritamerpati.com, kondisi cuaca seperti saat ini sering terjadi kelembaban dari seringnya hujan membasahi kandang, membuat peluang besar mumcul multi penyakit. Baik itu dalam bentuk kolera atau lainnya. MIsalnya, penyakit pernafasan atau dalam bahasa latinnya CRD (Chronic Respiratory Desease).
Munculnya CRD tidak lain dikarenakan adanya infeksi sekunder yang terjadi pada saluran pernafasan. Misalnya, E. coli dan Mycoplasma galisepticum. Merpati yang sudah terserang penyakit ini umumnya sangat sulit untuk disembuhkan. Kalaupun dapat di sembuhkan pembalap tersebut harus tetap mendapatkan perhatian khusus dalam waktu yang relatif lama.
Jika kita menjumpai hal diatas, maka secepatnya perawat atau pemilik pembalap langsung memindahkan atau jauhkan dari pembalap yang sehat. Mengapa? Karena serangan CRD ini sangat mudah menular. Apalagi pembalap lainnya yang kondisi tubuhnya droup. Tidak usah hitungan hari, hitungan jam pun pembalap bisa nyungsep akibat CRD.
“Ya, model seperti ini ketika kita lihat di sore hari merpati sehat, nggak tahunya besoknya langsung sekarat”.
Dari faktor apa penularannya?
Selama ini yang terjadi, dari makanan, minuman yang biasanya mania berikan dalam jumlah besar dan diminum bersama, dan kurang bersihnya kandang, terutama dalam bentuk tinja.
Terus bagaimana gejalanya?
Adapun gejalanya antara lain, sering bersin pada malam hari disaat cuaca dingin, ketika bernafas ngorok, hidung lembab/basah berlendir, dan aktifitas atau gerak burung menurun.
Tindakan preventif dan kuratif yang harus dilakukan yakni :
Pertama, sangkar, tempat pakan dan minum selalu dikontrol dan semua kotoran yang terdapat di dalam sangkar ataupun di dalamnya wajib dibersihkan.
Kedua, Pembalap yang terinfeksi penyakit ini segera disingkirkan jauh-jauh dan dilakukan pengobatan agar tidak menular kepada pembalap lain.
Ketiga, pakan dicuci bersih dan dikeringkan untuk menghilangkan kemungkinan adanya residu pestisida pertanian yang membahayakan kesehatan burung. Atau jagung disangrai dengan air panas. Selanjutnya dipanaskan di terik sinar matahari.
Keempat, minuman yang digunakan lebih baik pakai sejenis aqua atau lainnya. Lakukan 6 jam sekali untuk diganti dengan harapan, minuman yang diminum selalu higienis.

Advertisement

Post Comment