KERIS SEMARANG; Anak Silangan Puma Vs Betina 41
Profil

KERIS SEMARANG; Anak Silangan Puma Vs Betina 41

Advertisement

Siapa sangka trah darah Puma (sudah mati), pembalap yang memiliki kualitas tembak keras ditangan ini kembali muncul di trek balap dan mampu meraih super prestasi. Keris, pembalap juara lomba 12 th Anniversary 7 Oktober 2012 di trek balap Desa Kasenih Sampang merupakan anak dari silangan Puma Vs betina 41.
Betina 41 merupakan anakan silangan betina sepetarangan Janoko Vs jantan anak Kasmaran. Jika ditelisik lebih jauh, maka Keris merupakan pembalap darah kuat (biru), baik segi sprint dan tembak di tangan joki. Dan ini sudah dibuktikan di lomba Anniversary di Sampang Madura dengan meraih juara pertama usai mengalahkan O.D milik H Matrundah Jakarta.

FERI DIKANDANG TERNAK. Selalu kontrol pembalap muda.

Keris sendiri, menurut Feri sang pemilik, memang memiliki sprint cepat ketika mendekati 100 meter dari joki. Lawan selalu ditempel ketat, ketika mendekati 50 meter dari joki, Keris langsung terbang sendiri. Disini lawan sering tertinggal. Jika tidak, maka tembakan keras dilakukan guna mengalahkan lawan.
Dua style inilah yang selalu dilakukan oleh Keris. Hanya tinggal joki, mampu tidak untuk menangkapnya. Jika joki lihai, pasti Keris langsung masuk ketangan dengan tepat. Hal ini bisa dilihat ketika joki Luken menangkapnya.

LUKEN SANG JOKI. Kebersihan pendukung utama meraih prestasi.

Terus, apa ada saudara-saudaranya?
Untuk saudara-saudara ada di kandang. Cuma ada bebera ekor, lainnya terlanjur disebar ke mania lainnya. Apalagi untuk mencetak adik-adik keris tidak dapat lagi. Sebab, indukan jantan yakni Puma sudah mati. “Jika ada hanya satu ibu lain bapak,” tuturnya di kandang ternakan Jl. Nias Raya No 3 Semarang.
Selain diatas, sambung bos Fair Team, selama turun di hobi merpati balap lebih suka beli indukan dari pada piyikan. Sebab, dengan melakukan breeding sendiri dan jika hasilnya muncul menjadi juara lebih puas. Ini bisa dibuktikan di lomba 12 th Anniversary Sampang lalu.
Sebuah kepuasan sudah tertebus. Harapan selama terjun di merpati balap yakni ingin sang pembalap meraih juara pertama di lomba utama akhirnya terwujud. “Bukan juara undian lho, melainkan juara sejati. Ini yang perlu dicatat,” tegasnya.
Selain Keris, lanjut mania yang sudah lebih dari belasan tahun terjun di hobi merpati balap ini, di tahun 2013 sudah menyiapkan lebih dari 10 pembalap kualitas yang usianya sejajar dengan Keris, bahkan lebih muda. Diharapkan, di tahun 2013 prestasi pembalap dari Fair team tetap terjaga.
Semua itu ada waktunya. Untuk tahun ini terwujud Keris menjadi juara sejati di 12 th Anniversary. Di tahun 2013 tidak bisa dipastikan. Intinya, semau apa yang diraih di tahun 2012 akan kita pertahanakan semaksimal mungkin. Itu kalau bisa, jika tidak, ya kita berusaha maksimal.
“Lewat kerja keras dan disiplin, prestasi pasti akan diraihnya, meski ada kalanya tidak sesuai dengan harpan,” tandas Feri mengakhiri perbincangan.

Advertisement

Post Comment