Lima Pembalap, Jawara Bersama di LJB’18 Sampang
Berita

Lima Pembalap, Jawara Bersama di LJB’18 Sampang

Harapan terwujud jawara sejati akhirnya kandas di LJB’18 putaran ke-7 Sampang, 28-30 September 2018 trek balap Ragung Torjun dengan 308 peserta di utama Minggu, setelah lima pembalap tak bisa terbang lagi, akibat protes yang dilayangkan oleh joki Phonix Kalifornia (kalah putusan wasit) terhadap Btg Baru.

JUARA 10 BESAR. Selamat ya…

Setelah video diputar hakim juri Snel memutus, Phoenix Kalifornia (PK) sebagai pemenang. Namun, sang pemilik Btg Baru tak terima. “Jangan kalah, minimal drow dan terbang balik tak masalah,” ucap H Binoto saat itu.
Tapi, Rahmad, sebagai Manajer Phoenix Team tak mau, sebab putusan hakim juri yang dianutnya. Beberapa menit kemudian, Anam, ketua lomba setelah melihat rekaman, memutus drow. Karena kesimpangsiuran putusan dan cuaca makin gelap, maka akhirnya panitia memutuskan, kelima pembalap menjadi juara bersama.

AJEK BERSAMA CREW TEKHIN SITUBONDO. Dominasi juara dengan 3 pembalap di 5 besar.

Lomba yang diikuti oleh pembalap kaliber nasional di Jawa Timur selama tiga hari luar biasa. Ini terlihat di hari Jum’at, Galatama 500 meter, dimana panitia mampu menggelar 46 seri full peserta. Seri Perang Bintang (PB) ada dua seri, junior dan senior.
Seri junior sang juara disabet oleh Mario, joki Prik milik Teves Bondowoso, disusul di runner up Macau, milik Siswanto Pamekasan. Begitu juga di senior, kali ini dua pembalap berbagi juara. Sincia asal Pamekasan dan Sinar Muda, milik H Azis Pasuruan

Tak mau kalah dengan hari Jum’at, Galatama 800 meter, panitia juga mendulang sukses, sekitar 46 seri tergelar. Kali ini PB senior disabet oleh Btg Baru Bangkalan dan Ptr Agung Sampang. Sedangkan di junior Buana milik P Anton Banyuwangi dan Lancer milik Gepeng Pasuruan.
“Dalam sejarah, baru kali pertama lomba setingkat daerah jumlah seri selama dua hari mencapai 90 lebih. Juga di lomba utama Minggu 308 plus daftar ulang. Ini merupakan sukses besar di Pengda PPMBSI Jawa Timur,” tegas Lalak Saputra, Kasi lomba Pengda PPMBSI Jawa Timur.

H BINOTO & RAHMAD. Sepakat juara bersama.

Tak hanya itu, peserta yang hadir di Lomba Sampang, masih belum full mania di Jawa Timur. Masih banyak mania Jatim yang belum hadir, ada yang turun di lomba nasional ada juga yang pembalapnya lagi istirahat.
“Jika semuanya turun, maka total peserta bisa mencapai 500 lebih. Begitu juga dengan jumlah seri bisa melebihi angka 50,” tambahnya kepada beritamerpati.com.
Lomba utama minggu dimulai tepat pukul 11.55 wib ini berjalan lancar. Sayangnya hujan protes dilakukan oleh peserta mulai babak pertama. Meski akhirnya dimeja protes banyak yang kalah, namun animo protes pun tak surut dilakukan oleh peserta, dengan alasan ingin melihat dengan jelas, dimana kekalahan sang pembalap, meski harus merogoh kocek senilai Rp 150 ribu.

CREW PANITIA. Sudah optimal.

“Tak menjadi soal, kita rugi Rp 150 ribu, terpenting kita tahu dimana kekahan pembalap kita sama lawan,” ujar salah satu mania Sampang, dimana tahun 2018 panen tembakaunya sukses.
Akibat banyaknya protes, membuat jalannya lomba sedikit tersendat. Alhasil, babak kedua selesai sekitar pukul 15.10 wib, yang mana seharusnya pukul 14.00 wib harus selesai dan dilanjut babak ketiga.
Babak demi babak dijalankan. Puncaknya babak ke-7 tinggal tujuh pembalap (4 terbangan). Terbangan pertama Btg sertu Vs Meteor. Dimana let Hadi asal Porong memutus Meteor Situbondo sebagai pemenang. Saat itu pula, joki Btg Sertu yakni Wasis melakukan protes. Setelah dilihat di video, hakim juri memutus Btg Sertu tetap kalah.

BABAK VII. Akhir dari lomba LJB’18 tot Rp 50 juta.

Di terbangan kedua, Kali ini Btg Baru Vs Phoenix Kalifornia (PK). Perangan sengit di trek balap. Kedua pembalap pun melaju dengan kencang dan melakukan tembakan keras pas ditangan joki. Juri (let) saat itu menunjuk Btg Baru sebagai pemenang. Karena merasa pembalapnya lebih dulu tiba, maka joki PK melakukan protes.
Setelah dilakukan pemutaran video, gambar demi gambar. Akhirnya hakim juri memutus PK sebagai pemenang. Dengan demikian sesuai aturan lomba, maka PK sebagai pemenang dan melaju ke babak beriktunya, meski oleh juri dinyatakan kalah.
Sebab, jika putusan juri diprotes oleh joki, maka putusan juri dianggap tidak berlaku. Tinggal putusan akhir yakni di hakim juri. Tapi apa boleh buat. Sang pemilik H Binoto Bangkalan pun tak terima kalau pembalapnya dinyatakan kalah. “Tidak mau kalau pembalap kita dinyatakan kalah. Itu bulu ekor sudah tertangkap kok dikalahkan. Kalau drow (terbang balik) tidak menjadi soal. Tapi kalau kalah, tidak mau,” tandasnya.

SUASANA LOMBA. Peserta bludak.

Kondisi makin memanas, akhirnya ketua panitia lomba yakni Anam pun turun tangan dan melihat lagi rekaman video. Setelah melihat rekaman video, akhirnya Anam pun memutus, untuk terbangan Btg Baru Vs PK drow dan terbang balik.
Keputusan ketua panitia lomba tidak diterima oleh Rahmad, selaku manajer tim Phoenix Pamekasan. “Hakim juri sudah memutus menang PK, sebaiknya kita taati aturan lomba. Bukan ketua panitia yang memutuskan, tapi hakim juri yang memutuskan,” tegas Rahmad saat itu.

PHOENIX TEAM. Legowo jadi juara bersama.

Karena susana makin memanas, akhirnya H Holberi sebagai sesepuh mania andhokan di Sampang memutuskan lomba dihentikan, karena cuaca sudah makin gelap. Tidak mungkin lomba diteruskan.
Alhasil, lima pembalap dinyatakan sebagai juara bersama, meski setelah terbang Btg Baru Vs PK, Slondop kalah dengan Jendral Muda Situbondo. Dan Angin Laut mendapat bye.
Panitia mengucapkan beribu-ribu maaf, jika dalam gelaran kali ini tak mampu mewujudkan juara sejati. Dan terima kasih banyak kepada peserta lomba yang telah mendukung jalannya lomba, sehingga lomba tergelar dengan baik dan lancar, meski akhirnya harus tinggal lima pembalap menjadi juara bersama.

Advertisement

Post Comment