LJB’19 PAMEKASAN; Beda Seperkian Detik, Jangkar Kandaskan MS di Final
Berita

LJB’19 PAMEKASAN; Beda Seperkian Detik, Jangkar Kandaskan MS di Final

Advertisement

Sudah diperkirakan sebelumnya, Liga Jatim Bersatu 2019 (LJB’19) putaran ke-7 di trek balap Panden Galis Pamekasan 21-23 Juni 2019 bakal berjalan ketat. Ini terlihat setelah libur satu putaran menghormati hari Raya Idul Fitri 1440 H. Dari berbagai wilayah di Jatim tumplek blek, meski ada beberapa lomba putaran Penglok di Jawa Timur.
Tak hanya pembalap Jatim, pembalap Jawa Tengah yakni Klaten, Solo dan Semarang juga turut hadir guna menyemarakkan lomba total hadiah Rp 45 juta. “Terima kasih atas dukungan dari teman-teman Jawa tengah, Top song, Lindu Aji, Ella Team dan beberapa tim lainnya. Dengan dukungan anda merupakan kunci kesuksesan dalam lomba ini,” tutur Rahmad, ketua pelaksana lomba kepada beritamerpati.com.

JUARA 10 BESAR UTAMA MINGGU. Selamat ya….

Seperti biasanya, lomba dibuka dengan Galatama 500 meter. Panitia membuka seri ring 2019, ring 2018 dan umum. Total seri yang digelar 44 seri. Banyaknya seri, membuat gelaran yang dimulai Pukul 12.30 wib kali ini tidak semulus apa yang dibayangkan. Panitia hanya menyelesaikan sampai final dan semi final. Sedangkan yang meraih juara sejati tidak satu pun ada, akibat kondisi sudah larut malam.
“Mohon maaf, panitia harus mengakhiri lomba pukul 17.20 Wib karena kondisi sudah larut malam. Kita berjumpa lagi di hari Sabtu dengan Galatam 800 meter dan utama junior ring 2018-2019,” tambah Kardi.

SANG JUARA SEJATI. Jangkar luar biasa…

Di hari Sabtu, tepat pukul 10.30 wib, nomor pelepasan dibagikan, tepat pukul 11.00 wib lomba dimulai. Utama junior dengan total 364 peserta sudah termasuk daftar ulang berjalan lancar. Setelah babak kedua selesai, lomba Galatama digulirkan. Sehingga lomba harus round dan tak ada hentinya. “Kalau ditotal 26 seri tergelar. Luar biasa,” ucap salah satu peserta dibibir garis finish.
Lagi-lagi kali ini panitia tak mampu menyelesaikan jalanya lomba. Di utama junior ring panitia menyisahkan 29 pembalap dan diseri-seri hanya mampu menyelesaikan sampai babak final dan semi final. Akibatnya, dana subsidi (hasil laba jual ring PPMBSI 2019) yang seharusnya dikucurkan Rp 10 juta harus dipotong 50%, dalam hal ini Rp 5 juat saja. “Panitia sudah terlanjur mengucurkan Rp 10 juta, karena berpedoman pada aturan lomba, karena sudah melewati babak ketiga,” tegas Rahmad.

TIM SINAR BARU PAMEKASAN. Puas di runner up.

Sedangkan tinggal 29 pembalap, sambung Rahmad adalah pembalap yang sudah masuk babak ke V. Itu sudah fair, kenapa harus dipotong 50%?
Lain lagi menurut Jayus, pengawas lomba yang ditunjuk oleh PPMBSI Pusat, aturan ini akan kita bicarakan lagi. Sebab, dirasa kurang fair, dari total 364 peserta, panitia sudah menyelesaikan sampai tinggal 29 pembalap. “Ini sudah 90% selesai, maka dana yang dukucurkan 90% dari total hadiah. Bukan lagi 50% dari total yang dibagikan,” tandas bos Pagi Sore Team Tangjung Bumi Bangkalan.
Sementara di lomba Utama Minggu, kali ini panitia mampu meraih 442 peserta sudah termasuk daftar ulang. Tepat pukul 11.00 wib, lomba dimulai. Terbangan pertama dijalankan. Babak demi babak persaingan makin ketat. Apalagi menjelang babak kelima dimana tinggal 20 terbangan (39 pembalap). Kali ini pembalap bertahan yakni Top One asal Sidoarjo, pembalap dua kali berturut-turut sebagai juara pertama utama minggu harus kandas di babak kedua.

PARTAI FINAL. Selalu jaga sportifitas lomba.

Pukul 16.16 wib, babak ke VI tinggal 12 terbangan. Pembalap tuan rumah menyisahkan 9, Sampang 5, Semarang 3, Sidoarjo 2, Tanjungbumi 1, Pasuruan 2 dan Klaten 1 pembalap.
Babak ketujuh, tinggal tujuh terbangan. Bye didapat oleh Asoka milik Tejo P Pamekasan. “Pembalap sudah kencang, dapat bye lagi,” ucap penonton yang ada disekitar panitia lomba.
Terbangan pertama, Isabel Sampang harus kalah dengan 387 milik Lindu Aji Semarang. Kedua, kali ini Cleo Patra harus kandas dengan Phonix Grismen. Ketiga, Biang Kelana lepas dari tangkapan joki, sehingga Harimau Pamekasan melaju ke babak berikutnya.

SKEMA LOMBA. Bersaing ketat guna menjadi top the best.

Terbangan ke empat, Btg Kecil kandaskan Laser Sidoarjo, kelima Jangkar Semarang mengalahkan Jeni Pamekasan dan terakhir Mayangsari (MS), pembalap unggulan milik Sinar Baru team mengakhiri perjuangan Anak Bos Semarang.
Pukul 16.55 wib, babak ke VIII dijalankan. Kali ini Jangkar Semarang mendapat bye. Terbangan pertama MS dengan kekuatan sprint dan tembak melaju ke babak selanjutnya setelah mengalahkan Btg Kecil. Terbangan kedua, Phoenix Gresmen mengalahkan 387 dan terbangan terakhir ketiga Asoka mengkandaskan Harimau yang tak lain satu daerahnya.
Karena tinggal 4 pembalap, maka tidak ada lagi bye. Partai semi final digulirkan pukul 17.05 wib. Muka tegang terlihat pada raut muka sang joki. Terbangan pertama Jangkar Semarang dengan kekuatan terbang dan sprtint mengakhiri perjuangan Asoka, meski Azoka merupakan pembalap yang dijagokan. Terbangan kedua, MS pembalap unggulan kedua Sinar Baru team mengalahkan Phoenix Grimis. Karena tinggal dua pembalap, maka parti final pun tetap dijalankan.
Apa yang diharapkan oleh sekitar 500 pasang mata menyaksikan jalannya lomba, partai final dijalankan. Tepat pukul 17.15 wib, grand final dijalankan. Usai lepas dari tangan pelepas, kedua pembalap saling kuntit dan saling tempel ketat.
MS merupakan pembalap tuan rumah menang satu point yakni tahu kondisi trek balap. Meski sebagai tamu. Jangkar tak mau kesempatan emas ini diraih oleh lawannya. Duel maut pun tetap berjalan sampai jelang 200 meter dari joki.
Dua pembalap melakukan tempel ketat, sorak gembira penonton yang ada dilapangan makin kencang. Apa yang terjadi selanjutnya?
Jelang 20 meter dari joki kedua pembalap tetap melaju kencang, tempel ketat dan ingin mendahului lawan dilakukan. Sayangnya, MS yang diharapkan mampu sebagai juara utama minggu harus mengakui kehebatan tembakan Jangkar. Let Eko memutuskan Jangkar sebagai juara pertama.
Selamat Jangkar, anda memang layak mendapat bintang lapangan, meski di lomba kali ini Anda tidak mendapat point karena dari luar Jawa Timur.

Advertisement

Post Comment