LJB’20 SAMPANG; Diguyur Hujan, Solder Juara Undian
Berita

LJB’20 SAMPANG; Diguyur Hujan, Solder Juara Undian

Advertisement

Gelaran “Liga Jatim Bersatu (LJB) 2020” Sesi I Putaran 2 di trek balap Ragung Barat Torjun Sampang, 31 Januari-2 Februari 2020 harus berbagi tabanas dan point, dikarenakan menginjak tiga besar lomba dihentikan akibat turun hujan. Setelah ditunggu sampai pukul 17.00 wib, hujan belum reda dan akhirnya diputus lomba dihentikan.
Apa yang diharapkan oleh panitia lomba yakni lomba berjalan lancar dan sukses belum terwujud 100%, tapi hanya mampu sampai 95% , sisanya lomba harus berhenti akibat hujan turun dan lomba dihentikan.

JUARA 10 BESAR. Sayang harus berhenti di 3 besar.

“Panitai sudah berusaha maksimal, namun alam belum bisa merestui. Menginjak babak ke enam (tiga terbangan-6 pembalap) pembalap berjalan lancar, namun terbangan berikutnya (3 pembalap) hujan tak berhenti. Ditunggu sampai pukul 17.00 wib hujan tak reda, maka diputus lomba dihentikan,” tutur Lalak, Kasi Lomba Pengda PPMBSI Jawa Timur, sekaligus penanggung jawab lomba.
Lomba di dua hari sebelumnya yakni Jum’at dan Sabtu berjalan lancar, meski di hari Sabtu sempat turun hujan, namun beberapa seri berjalan lancar. Ada yang menginjak babak kedua tidak bisa diterbangkan karena hujan turun. Ada juga yang sudah menginjak babak final.

BERTEDUH HUJAN DERAS. Tunggu hujan reda.

Lain lagi di Galatama 500 meter, lomba dimulai pukul 13.15 wib, lomba berjalan lancar dan cuaca panas. Sekitar 20 seri lebih terselesaikan, hanya tidak final, para peserta tidak mau diterbangkan, minta hadiah dibagi.
Lomba dengan total Rp 40 juta ini sempat ditapal kuda oleh empat lomba yang ada di Jawa Timur (Jember, Blitar, Madiun dan Gresik) yakni dengan nama Selekda. Selekda yang digelar oleh PPMBSI Pusat ini sempat mengganggu jalannya lomba Liga Jatim Bersatu 2020.

LALAK SAPUTRA. Diputus berhenti akibat hujan deras.

Mengapa?
Selekda di Rakernas sempat dibahas dan diagendakan hanya jelang lomba 20 th Anniversary di blok barat, tapi kenyataannya digelar mulai akhir bulan Januari 2020. Dan ini langsung berbarengan dengan LJB’20 putaran ke-2 Sampang.
“Tak hanya itu saja, juga banyak berbarengan dengan LJB’20. Awal lewat Surat ke Pengda PPMBSI Jatim hanya tiga tempat, tapi kali ini melebar sampai empat daerah yang ditunjuk oleh PPMBSI Pusat, bahkan sampai lima daerah,” tutur Bagus Win, Sekjen Pengda PPMBSI Jawa Timur.

PESRTA BERTEDUH. Berdoa, agar hujan bisa redah dan lomba berlanjut.

“Sangat disayangkan Jadwal Selekda dibagikan setelah Pengda PPMBSI Jatim membagikan jadwal LJB’20 lewat Rakerda. Kondisi seperti ini kurang bagus dalam perkembangan dunia hobi merpati balap di Jawa Timur,” tambah Lalak Saputra.
Coba Jadwal Selekda dibagikan sebelum kita Rakerda, sambung Lalak, kita bisa sesuaikan. Kalau seperti ini rasanya kurang tepat, sehingga menggangu gelaran lomba LJB’20 yang selama ini kita bangun bersama mania di Jawa Timur.

SUMBER BARU TEAM BANYUWANGI. Satu perwakilan dari Jawa.

Sudalah, semua sudah terjadi dan berjalan mulai LJB’20 putaran ke 2 Sampang Minggu ini. Kita akan lebih mengedapankan LJB’20 di Jatim. Sebab, dengan adanya kompetisi yang bertitel LJB’20 kualitas pembalap di Jatim Makin maju. Ini bisa dibuktikan prestasi pembalap di Jawa Timur di lomba-lomba nasional sering sabet juara. Serunya, hampir 50% juara di utama Minggu disabet oleh pembalap Jatim.
“Apa mungkin karena ini,? ucap Lalak dengan nada bertanya.
Sementara di seri Perang Bintang (PB) Galatama 500 meter, kali ini seri senior sang juara disabet oleh Btg Sertu Sampang milik H Holberi, joki H Dayat. Di runner up disabet oleh Lucifer milik Gepeng joki Jono Pasuruan.

Sedangkan di junior ring 2019, Colektor milik Top Song joki Yusuf Klaten menempati urutan pertama setelah mengalahkan Anak Mas milik Sertu Mas, joki Imam. “Gantian, di senior kita kalah, di junior Top Song team ganti juara pertama,” tutur Yusuf kepada beritamerpati.com.
Sementara lomba yang diharpakan mampu mewujudkan sang juara tidak sesuai harapan, Jelang babak ke-7 tinggal tiga pembalap, hujan deras mengguyur trek balap. Setelah melakukan rembug dan dipastikan ditunggu sampai pukul 17.00 wib.
“Jika tidak reda sampai pukul 17.00 wib, maka lomba akan dihentikan, sebaliknya lomba dilanjut,” tegas Lalak, sisetujui pemilik pembalap.
Setelah ditunggu sekitar 20 menit, hujan tidak reda dan makin deras, maka diputus lomba dihentikan. Ketiga pembalap dan satu lagi ada yang drow, dinobatkan menjadi juara bersama. Otomatis tabanas dan point dibagi bersama sesuai aturan main yang disepati oleh peserta lomba, dalam hal ini pemilik pembalap yang masuk di babak tersebut.
Sebagai ketua Pengda PPMBSI Jawa Timur, H Holberi mngucapkan banyak terima kasih atas dukungan peserta lomba yang ikut meramaikan jalannya lomba, terutama mania asal Solo dan Klaten, juga mania yang ada di luar Pulau Madura. Mohon maaf jika ada khilaf selama dalam perjalanan lomba.
“Sampai berjumpa di lomba nasional “Probolinggo Bersatu Cup’20” tanggal 14-16 Februari 2020 di trek balap Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Probolinggo,” tandas H Holberi usai lomba.

 

 

Post Comment