Nasional Sidoarjo; Lucifer jadi Jawara kalahkan Sinar Timur
Berita

Nasional Sidoarjo; Lucifer jadi Jawara kalahkan Sinar Timur

Meski sebelumnya sempat terdengar lomba nasional Sidoarjo “Gita Delta Cup 2019” akan ditunda oleh PPMBSI Pusat via WA kepada ketua Pengda PPMBSI Jawa Timur, akhirnya berjalan lancar dan sukses. Dengan 496 peserta di Utama Minggu (27/10) trek balap Sawohan menjadi saksi bisu keperkasaan Lucifer mengalahkan Sinar Timur di final. Sedangkan pembalap blok barat dan tengah duduk manis menyaksikan grand final. Hanya satu perwalilan Jakarta menempati juara ketiga yakni Salju milik Satya.

JUARA 10 BESAR UTAMA MINGGU. Selamat ya….

Lebih dari 20 tahun, trek balap Sawohan tidak digunakan sebagai trek lomba nasional. Meski sebelum di tahun 2000, tepatnya tahun 1997 trek balap ini sempat dipakai untuk lomba nasional bertajuk “Dan Denpom Cup”, hanya saja saat itu belum terbentuk PPMBSI, hanya ada paguyupan penggemar merpati balap tanah air.
Perkembangan waktu cukup lama dan diinginkan oleh mania Sidoarjo khususnya Sawohan sebagai tuan rumah lomba nasional akhirnya terwujud. Trek balap los dan lebar, serta arah angin kencang ini menjadikan mania yang hadir puas akan kualitas trek balap. “Masalah kalah dan menang itu nomer belakang. Terpenting kualitas trek balap memenuhi syarat,” tutur salah satu mania asal Jakarta kepada beritamerpati.com.

PEMBERIAN TROPI JUARA I. Pantas Lucifer sebagai jawara nasional

Lomba yang dimulai hari Jum’at dengan Galatama 500 meter, panitia menggelar 28 seri sudah termasuk seri junior ring 2019. Diseri bergengsi Perang Bintang (PB) senior dan junior tergelar semua. Di senior kali ini disabet oleh Lucifer milik Gepeng Pasuruan dan Gandiwa milik H Azis Pasuruan. Karena satu daerah, kedua sepakat final tidak terbang dan hadiah dibagi rata.
Begitu juga di seri junior, tinggal tiga pembalap dua pembalap milik Didit Sampang dan satu lagi Kopi Joni milik Feri Kalisari Pamekasan. Sementara di PB Galatama 800 meter tidak tergelar, karena tidak ada peserta yang mendaftar, sehingga seri PB hari Sabtu kosong.

LUCIFER TEAM PASURUAN.Tak lagi langganan runner up..

Sementara di Utama Minggu, panitia membuka pendaftaran mulai hari Sabtu pukul 15.00 wib. Sekitar 250 tiket dengan pendaftaran Rp 100 ribu ludes dengan waktu 15 menit. Seperti aturan yang sudah disepakati di Rakernas, untuk kuota tiket Rp 100 ribu hanya 250 tiket, selebihnya harga Rp 150 ribu. Meski sebelumnya sudah diumumkan oleh panitia, namun peserta tak terima dan minta pendaftaran selebih 250 tiket tetap Rp 100 ribu.

SMA TEAM PASURUAN. Puas di runner up.

Setelah dilakukan rembug dan minta pendapat kepada pengawas lomba yakni Bandrio. “Biaya pendaftaran lebih dari 250 tiket diaturan lomba memang Rp 150 ribu. Namun, jika panitia memberikan harga Rp 100 ribu tidak masalah,” ucap Bandrio.
Dari sini, maka paniti memutuskan pendaftaran Rp 100 ribu sampai jelang angka 400 tiket. Keesokan harinya (Minggu) panitia pun menjual tiket sama yakni Rp 100 ribu. Hanya daftar ulang Rp 150 ribu. “Terima kasih panitia, Anda tak memikirkan diri sendiri (cari untung besar), tapi memberikan kepuasan kepada peserta lomba,” seloroh peserta lomba disekitar pagar panitia.

MBOK RONDO TEAM SIDOARJO. Kali pertama turun di nasional, sabet juara IV.

Lomba yang dimulai tepat pukul 10.55 wib, seperti apa yang sudah disepakati di hari sebelumnya, berjalan lancar dengan dukungan peserta lomba. Babak pertama pun berjalan lancar, begitu juga dengan daftar ulang. Dilanjut babak kedua, panitia mempercepat waktu pelepasan sedikit, dibanding dibabak sebelumnya.
Karena terlalu cepat, pembalap yang datang ke finish tidak lagi dua pembalap, melainkan bisa empat pembalap, akibatnya membingungkan para joki dan sempat ada keributan antar joki. Namun akhirnya semua bisa diatasi dengan baik, dengan memanggil kedua joki, saling bermaafan, lomba kembali berjalan dan babak kedua selesai pukul 13.30 wib.

FINALIS & JAJARAN PENGURUS PENGDA PPMBSI JATIM. Jaga Sportifitas lomba.

Babak demi babak dijalankan, lomba berjalan lancar dan minim sekali protes. Hanya ada beberapa protes, itu pun hasil sama-sama puas. “Ini namanya lomba, semua berjalan lancar dan sukses. Jangan sampai peserta banyak, cuaca bagus, tapi hanya sampai beberapa babak saja,” ucap peserta lomba.
Masuk di babak ke-7 dimana tinggal 13 pembalap. Kali ini pembalap blok timur menyisahkan 9 pembalap, tengah 3 pembalap dan blok barat di wakili oleh Jakarta 1 pembalap. Karena blok timur lebih banyak, maka dua pembalap timur harus bertemu dengan pembalap timur, namun lain daerah, salah satunya Mbok Rondo Sidoarjo Vs Kejam Pamekasan. Kali ini Mbok Rondo dengan sprint cepatnya dan tembak keras ditangan joki menang telak.
Yang kedua Cleo Patra Sampang Vs Black Mamba Surabaya yang dimenangkan oleh Black Mamba. Namun di protes oleh joki Cleo Patra dan akhirnya oleh hakim juri diputus drow dan masuk di babak selanjutnya.
Di babak ini, pembalap blok timur menyisahkan enam pembalap dan satu lagi dari Jakarta. Sedangkan blok tengah yang diwakili dari Klaten harus duduk manis dan menunggu undian di 13 besar.
Babak ke-8 pukul 16.25 wib diterbangkan, Kali ini empat pembalap tumbang oleh rivalnya, yakni Black Mama, Semator, Cristal Junior dan Cleo Patra. Sedangkan Sinar Timur, Salju, Mbok Rondo dan Lucifer masuk ke babak berikutnya (semifinal).

PEREBUTAN JUARA III & IV. Harus legowo.

Karena keempat pembalap lain pemilik dan joki, hanya ada dua pembalap satu daerah yakni Pasuruan Lucifer dan Sinar Timur, maka kedua kartu kocokan pembalap ini dijadikan satu guna melawan Mbok Rondo dan Salju. Al hasil, terbangan pertama Sinar Timur Vs Salju.
Setelah kedua pembalap lepas dari tangan pelepas, kedua pembalap melakukan terbang tinggi arah kanan joki. Tempal ketat selalu dilakukan, sampai jelang 400 meter dari joki dengan terbang didepan joki.
Lagi-lagi, pembalap milik H Azis mempertontonkan kualitas sprint cepat dan tembak keras ditangan joki. Al hasil, Sinar Timur menjadi pemenang dan berhak melaju ke final, menunggu terbang antara Mbok Rondo Vs Lucifer.


Mbok Rondo merupaan pembalap tuan rumah diprediksi bakal meraih juara pertama, karena kinerja terbang dan tembak membuat lawan selalu kalah telak. Namun apa yang terjadi ketika bertemu dengan Lucifer, jalang tengah lomba, Mbok Rondo tidak diberikan kesempatan untuk mentang. Tempel ketat dilakukan oleh Lucifer.
Ini terjadi jelang 100 meter, kedua pembalap tempel ketat. Mbok Rondo memliki style terbang ketika mentang selalu melakukan sprint cepat dan tembak keras ditangan joki dan berakhir dengan kemenangan, kali ini tak berkutik. Namun, sprint dan tembak keras yang dilakakukan oleh Mbok Rondo pun tak mampu membendung ambisi Lucifer sebagai pemenang.
Mbok Rondo pun kalah sperkian detik dari Lucifer. “Pertandingan kedua pembalap ini l.uar biasa. Saling tempel ketat dan pukul dilakukan, sehingga Mbok Rondo tak berkutik dan berakhir dengan kekalahan Mbok Rondo,” celetuk penonton yang ada dibibir garis finish.

JAWARA UTAMA JUNIOR RING 2019.

Tepat pukul 16.45 wib, partai final dijalankan. Partai yang ditunggu oleh sekitar 1000 pasang mata memadati trek balap Sawohan makin bertambah tegang. Setelah kedua pembala lepas dari tangan joki, kedua joki makin tegang, meski jam terbang mereka sebagai joki nasional sudah mumpuni, tetapi masih ada rasa tegang.
Lucifer yang sudah dua kali di final, pertama di 19 th Anniversary Bangkalan dan terakhir di Liga Jatim Situbondo puas di runner, kali ini harus bisa membuktikan. Apa dikatakan pembalap yang hanya mampu mencapai di juara runner up atau sebaliknya sebagai juara sejati.

JUARA BERSAMA UTAMA JUNIOR. Kondisi cuaca makin gelap.

Lagi-lagi, pembalap milik Gepeng Pasuruan melaju kencang. Sinar Timur pun ditempel ketat. Terbang arah tengah joki dilakukan oleh kedua pembalap. Saling kuntit dan adu sprint sangat terlihat ketika mendekati 300 meter dari joki. Jelang 30 meter dari joki, style tempel ketat mulai dibuka oleh Lucifer dan saat itu pula medekati 10 meter dari joki Lucifer melakukan tembakan keras dan tepat di tangan sang joki yakni Jono.
Let yang saat itu dipimpin oleh Eko Banyuwangi memutuskan Lucifer sebagai pemenang dan sekaligus dinobatkan sebagai jawara sejati di nasional putaran kedua Sidoarjo. Dengan kata lain, Lucifer membuktikasn bahwa bukan lagi sebagai pembalap penyandang runner up, melainkan bisa menjadi pembalap jawara di lomba nasional. Selamat Lucifer, anda layak menjadi bintang di nasional “Gita Delta Cup 2019”.
Segenap panitia mohon maaf jika ada khilaf dalam perjalanan lomba dan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan peserta lomba, sehingga lomba berjalan lancar dans ukses, meski sebelum lomba digelar, crew panitia dibuat tegang, karena bakal ada penundaan gelaran lomba.

UTAMA JUNIOR
Sementara di utama junior kali ini sang juara disabet oleh dua pembalap yakni Genio milik Tejo P Pamekasan dan Juwita, milik Duta Pro Sidoarjo.
“Sudah larut malam, kasihan pembalapnya, ditakutkan pembalap hilang dan besok masih ada lomba utama minggu. Kita perlu jaga stamina pembalap untuk lomba lebih besar lagi dengan total Rp 100 juta,” tutru Holis, Joki Sinar Baru Pamekasan.

JUARA 10 BESAR UTAMA JUNIOR. Puas piyikan jadi jawara nasional.

Hal yang sama juga diutarakan oleh joki Juwita, lebih baik final tidak terbang dan uang tabanas kita bagi rata berdua dan besok masih ada lomba utama minggu dengan hadiah lebih besar lagi. “Terpenting lomba sudah terselesaikan sampai final dan di lomba ini juga tidak ada point, sehingga tak perlu terbang. Apalagi kondisi trek balap sudah gelap,” tandasnya.

Advertisement

Post Comment