RAKERDA KE-5 JATIM; Lomba Lokal Tiap Penglok Dapat Rp 3 juta
Organisasi

RAKERDA KE-5 JATIM; Lomba Lokal Tiap Penglok Dapat Rp 3 juta

Advertisement

Meski kondisi Pandemi Covid-19 di mana New Normal Pengda PPMBSI Jawa Timur mengelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-5, tanggal 26 Juli 2020 di rumah makan Ganjaran Hidayah Sidoarjo. Rapat yang dihadisi oleh 85% Penglok ini berlangsung lancar dan sukses. Berbagai keputusan ditetapkan sesuai musyawarah mufakat.
Rakerda yang dibuka oleh Sekretaris Pengda PPMBSI Jatim Bagus Win tepat pukul 12.15 wib. Dilanjut sambutan oleh Ketua Pengda PPMBSI Jatim yang diwakili oleh wakil ketua Nurussalam (Oyock). Dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada perwakilan Penglok yang hadir di Rakerda ke-5 ini.

JAJARAN PENGURUS PENGDA JATIM. Makin kompak.

Jika dihitung, di periode H Holberi Rakerda paling sering dilakukan. Hal ini dikarenakan banyak aturan yang sering berubah di PPMBSI Pusat, sehingga keputusan di Pengda PPMBSI Jatim harus lewat Rakerda.
Di Pengda PPMBSI Jatim, keputuan terkuat pada Rakerda, bukan lagi rapat anggota Pengda PPMBSI Jatim. Cara ini yang kita lakukan, sehingga segala keputusan bisa lebih kuat. “Jika semua diputuskan sendiri oleh Pengda, maka bukan lagi organisasi, lebih kerennya disebut pimpinan perusahaan,” tandas Wakil Ketua Pengda
Selanjutnya, sambung Oyock, yang perlu dibicarakan dalam pertemuan ini, yakni beberapa Minggu lalu, Pengda PPMBSI Jawa Timur mendapat surat dari PPMBSI Pusat yang isinya ada tiga :
Pertama, Setelah membaca pemberitaan di Merpati.com bahwa Pengda Jatim akan membuat ring untuk tahun 2021 dengan ini kami menyampaikan bahwa apabila Pengda akan membuat ring tahun 2021, harus mendapat ijin kembali dari PPMBSI Pusat terlebih dahulu.

PESERTA RAKERDA HIKMAT MENDENGARKAN ARAHAN PENGURUS PENGDA. Siap, bisa dijalankan.

Kedua, sebelum kami mengijinkan Pengda Jatim untuk memperpanjang pembuatan ring 2021 kami minta pertanggungjawaban keuangan Pengda Jatim periode tahun 2020, dengan rincian penjelasan hasil penjualan ring dan rencana penggunaan dana dari hasil penjualan ring tersebut secara terinci. Karena sampai saat ini kami belum menerima laporan apapun mengenai hasil penjualan ring 2020.
Ketiga, perlu kami sampaikan bahwa dalam organisasi PPMBSI, setiap Pengda wajib membuat lapaoran kegiatan dan laporan keuangan & rencana pengeluaran, setiap tahunnya. Seperti yang telah dilakukan oleh PPMBSI Pusat membeuat laporan, dan dilaporkan pada setiap Rakernas.

Tertanda tangan ketua umum PPMBSI Pusat Drs. H Sofyan Permana.

PARA PERWAKILAN PENGLOK. Selalu hadir ketika diundang.

Menaggapi hal ini, wakil ketua Pengda dan seluruh peserta RAKERDA tidak paham akan aturan yang dilakukan oleh PPMBSI Pusat dalam hal meminta laporan keuangan Pengda PPMBSI Jatim. Dimana dalam AD dan ART PPMBSI, Pasal 21, dalam hal pertanggungjawaban keuangan. Yang isinya “Pertanggungjawaban keuangan Pengurus Pusat, Pengurus Daerah dan Pengurus Lokal diberikan pada Musyawarah Nasional, Musyawarah Daerah dan Musyawarah Anggota”.

MENIKMATI MAKANAN & TETAP PROTOKOL KESEHATAN.

Disini sudah jelas, untuk laporan keuangan Pengda PPMBSI Jatim akan dilaporkan di Musyawarah daerah yang dihadiri oleh Pengurus Lokal (Penglok) di Jatim. Bukan lagi, melaporkan ke Pengurus Pusat.
“Ini yang menjadi inkonstitusi, sehingga dalam hal ini Pengda PPMBSI Jatim tidak membalas surat dari PPMBSI Pusat,” ucap Oyock dengan lantang, sekaligus diiyakan oleh peserta Rakerda.
Selain itu, sambunga nya, setiap Rakerda di Jawa Timur yang kita laksanakan selalu mengundang pengurus pusat, dengan harapan apa yang kita rencanakan bisa bersinergi dengan program dari PPMBSI Pusat. Namun di Rakerda kali ini, kita sayangkan perwakilan pengurus PPMBSI Pusat tidak hadir.

LOUNCHING RING JATIM 2021 & POTONG TUMPENG. Tanda kebersamaan, dan sukses selalu ring Jatim.

“Dari sini, maka kita simpulkan apapun yang diputuskan di Rakernas dapat berubah di Rakernas berikutnya dan apa yang kami lakukan diupayakan sesuai dengan konsideran yang ada, maka apa yang dilakukan oleh PPMBSI Pusat dengan meminta pertanggungjawaban kami anggap inkonstitusional,” tandasnya.
Tak hanya itu, juga menanggapi tentang tidak diijinkannya membuat kembali ring Jatim 2021, dalam Rakernas di Bandung 2019 lalu, PPMBSI Pusat memperbolehkannya dan tidak ada pembicaraan pembatasan. “Silakan Pengda PPMBSI Jatim kalau mau buat ring Penga Jatim,” tegas Oyock yang hadir di Rakernas saat itu.

NIKMATI TUMPENG SPECIAL. Makin gayeng saling menyuapi.

Setelah itu, dilanjut dengan pertanggungjawakan dana ring Jatim 2020 oleh bendahara Pengda PPMBSI Jawa Timur, dalam laporannya, ring tahun 2020 terjual 45.000. sehingga ada dana masuk Rp 2.750,- X 45.000 total Rp 123.750.000,-. Setelah dikurangi pengeluaran dari kegiatan Pengda PPMBSI Jawa Timur tersisa Rp 80.457.000,- (delapan puluh juta empat ratus lima puluh tujuh ribu rupiah).
Dari sini, akhirnya dengan keputusan bersama Penglok, maka dari 23 Penglok yang ada akan mendapat subsidi lomba junior di lomba lokal pada hari Sabtu mendapat Rp 3 juta buat lomba utama.
Sedangkan untuk pendaftaran Rp 20 ribu yang pada akhirnya diberikan ke panitia lomba. Panitia lomba hanya memberikan piagam penghargaan, untuk bukti otentik dari hasil kejuaran lomba Junior Ring Jatim 2020.

TEMU KANGEN. Ajang silaturahmi antar mania andhokan.

Adapun peserta lomba adalah merpati yang memakai ring Pengda Jatim 2020, dan bila tidak memakai tidak diperbolehkan ikut. Daftar ulang Rp 20 ribu. Untuk pendaftaran dilakukan di hari Jum’at, bila hari Sabtu akan menjadi Rp 30 ribu.
Juga, tidak diperbolehkan dalam lomba lokal tersebut berbarengan dalam satu korwil. Misalnya, di korwil timur, Bondowoso menggelar lomba lokal bersubsidi Rp 3 juta, maka daerah Banyuwangi, Jember, Situbondo, Lumajang dan Probolinggo tidak boleh gelar lomba, lomba hanya ada satu di Bondowoso.
“Sedangkan di korwil lainnya tidak bermasalah, namun sebaiknya jarak sedikit jauh. Para ketua Korwil lebih tahu dan nantinya jadwal ini diberikan kepada Kasi lomba Pengda PPMBSI Jatim untuk disusun,” tandas Bagus Win.

GENERASI MUDA PENGURUS JATIM. Lanjut…

Dari kesepakatan semua itu, maka dilanjut dengan Lounching Ring Pengda Jatim tahun 2021. Ring Jatim tahun 2021 warna biru. Ring akan beredar mulai tanggal 3 Agustus 2020. Harga ring tidak ada perubahan yakni Rp 5 ribu dan bisa didapat di Penglok masing-masing daerah.
Diakhir Rakerda, Sekretaris Pengda mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas kehadiran Pengurus Penglok yang ada di Jawa Timur. Tanpa dukungan dan kehadiran bapak-bapak semua, apa artinya pengurus Pengda di Jawa Timur. Semoga dalam pertemuan ini menjadi awal kebangkitan mania merpati balap di Jawa Timur dalam meraih kesuksesannya.
Juga, organisasi yang dijalankan baik di Pengda atau di Penglok. Jangan lupa, untuk rapat berikutnya akan kita sambung lewa virtual yakni dengan meeting zoom. Informasi nantinya bisa di dapat di WA Group Penglok Jatim.

Advertisement

Post Comment