Ribut, 4 Pembalap Jawara  Bersama di Nasional Pasuruan
Berita

Ribut, 4 Pembalap Jawara Bersama di Nasional Pasuruan

Advertisement

Keinginan lomba sukses dan terwujud juara sejati, akhirnya kandas diraih oleh panitia “Pasuruan Bersatu Cup 2018” trek balap Desa Manaruwi Bangil Pasuruan, 9-11 Nopember 2018 dengan total 450 peserta. Sebab, di babak enam besar terjadi ketidak puasan peserta terhadap putusan juri, meski tidak protes diatas patek. Alhasil, panitia pun memutuskan empat pembalap juara bersama, karena lomba tak mungkin bisa diteruskan, karena sudah larut malam.

JUARA UTAMA MINGGU DENGAN 450 PESERTA. Sayang tidak terwujud jawara sejati.

Sayang beribu sayang, lomba yang dihelat oleh Penglok PPMBSI Pasuruan bekerja sama dengan tim-tim papan atas di Pasuruan di dua hari berjalan lancar dan sukses, akhirnya harus berbuah ketidak puasan, karena lomba di hari Minggu dengan 450 peserta berakhir dengan juara bersama.
Lomba utama yang dimulai sesuai harapan yakni pukul 11.00 wib berjalan lancar. Daftar ulang dan babak kedua selesai pukul 14.15 wib. Waktu yang sesuai dengan harapan ini, diharapkan lomba selesai maksimal pukul 16.30 wib dan terwujud juara sejati.

JAWARA UTAMA RING 2018. Selamat ya….

“Kita berharap di lomba kali ini berjalan lancar dan terwujud juara sejati. Sebab, dengan 450 peserta di utama minggu bukan hal mudah untuk bisa menyelesaikan jalannya lomba. Terpenting babak kedua selesai sekitar pukul 14.15 wib. Ini berarti, pukul 16.30 wib lomba bisa clear,” tegas Budi SG kepada beritamerpati.com.
Babak demi babak berjalan lancar, meski ada beberapa protes yang dilakukan oleh peserta lomba, namun keputusan let (juri) sesuai yang dilapangan, pemrotes banyak yang kalah. Hanya saja ketika memasuki babak 12 besar, dimana pada terbangan ke-2, Arimbi Pamekasan Vs Gladiator Klaten, joki Arimbi melakukan protes. Al hasil, hakim juri memutus pemrotaes (Arimbi) menang dan Gladiator yang sebelumnya dinyatakan menang oleh juri harus kalah.

RANGKAIAN 10 BESAR JUARA JUNIOR RING 2018. Makin tambak ketat perebuatan juara.

Tak hanya, itu, diterbangan ke-6 (terakhir) kembali protes dilakukan oleh Phoenix Sincia, setelah diputus kalah oleh juri dari Mariot Klaten dan setelah melihat video rekam, ternyata Phoenix Sincia menang. Al hasil, Phoenix Sincia memenangkan jalannya lomba dan berhak melaju ke babak selanjutnya.
Pukul 16.05 wib, babak kedelapan pun dijalankan. Kali ini tinggal tiga terbangan (6 peserta). Terbangan pertama Phoenix Sincia Vs Btg Laga Sidoarjo. Kedua pembalap sudah lepas dari tangan joki. Melihat Phoenix Sincia terbang sendiri, joki Btg Laga yakni Rudi pun geleng-gelang kepala.

SUASANA REMBUG. masing-masing pihak tidak tercapai titik temu.

Dengan artian Btg Laga kemungkinan kecil masuk ke babak selanjutnya. Hal ini terjadi sampai jelang 100 meter dari joki. Phoenix Sincia melaju kencang. Sayangnya, mendekati sekitar 30 meter, Phoenix Shincia terbang tinggi dan berbelok ke arah kanan joki melewati beberapa metar diatas joki dan mengarah kembali ke depan. Sedangkan Btg Laga, masih jauh dibelakang.
Apa yang terjadi, Let yang dikomandani Eko Banyuwangi pun menyatakan drow, dengan alasan, pembalap yang dibelakang bisa menyusul, meski kenyataannya setelah diputus drow masih ada jeda untuk pembalap berikutnya sampai di joki. Inipun tidak ada protes dari joki Phoenix Sincia ketika ada diatas patek.
Terbangan kedua Arimbi Vs Jendral Muda Situbondo, kali ini Jendral Muda dengan telak mengalahkannya. Disambung terbangan ketiga (akhir) Btg Mas Klaten Vs Shooter Pamekasan, yang dimenangkan oleh Btg Mas Klaten.

JAWARA RING 2018. Alfa team Semarang kembali sabet juara sejati.

Setelah sampai di panitia, Rahmad majaer Phoenix Team Pamekasan pun melakukan protes kepada panitia, bahwa juri keburu memutuskan drow, padahal di terbangan selanjutnya masih jauh. “Sebab, di babak ini jika drow akan terbang balik (ulang),” tandas Rahmad.
Saya tidak terima akan putusan juri, sebab terbangan berikutnya masih jauh dan tidak mungkin mendahului pada terbangan yang pertama ini. “Pokoknya, kita tak mau terbang ulang,” ucapnya dengan lantang.
Hal yang sama yang diajukan oleh Rudi, joki Btg Laga ketika dipanggil oleh panitia, sebagai peserta, kita hormati keputusan dari juri dan aturan lomba yang sudah ada. Jika juri mengatakan drow (kebetulan saat itu jika drow terbang balik) ya harus kita ikuti dengan terbang balik,” ucapnya.

PHOENIX SINCIA. Akhirnya jadi jawara bersama.

Ketidak singkronan kedua tim ini, membuat panitia harus putar otak. Pengawas lomba Arif, crew panitia lomba berembug untuk hal ini. Namun semunya mentok. Disisi lain, satunya tidak masalah terbang ulang ( pihak Btg Laga), dipihak satunya (Phoenix Sincia) tidak mau terbang ulang, karena putusan juri terburu-buru.
Meski dengan pikiran dingin, Rahmad pun mau terbang balik, dengan catatan tetap lawan Btg Laga, tapi sudah masuk babak semifinal. Keinginan ini ditolak oleh pihak Jendral Muda dan Btg Mas. Padahal kedua joki (Btg Laga & Phoenix Sincia) sudah siap di atas patek.

MASUK 10 BESAR UTAMA MINGGU. Awal kebangkitan tim

“Cara seperti ini tidak fair (betul), kita ikuti aturan lomba, jika juri memutus drow dan aturan lomba terbang ulang, ya harus terbang ulang sampai ada pemenangnya. Pemenang inilah yang masuk di babak semifinal. Kali ini ada tiga pembalap dan dilakukan pengambilan bye.
“Bukan seperti ini, empat merpati yang masuk babak semi final,” ucap pihak Jendral Muda dan Btg Mas.
Lagi-lagi berembug pun tak membuahkan hasil, masing-masing peserta bersikukuh dengan pendiriannya sendiri. Akhirnya, panitai pun memutuskan lomba dihentikan, karena kondisi cuaca makin gelap dan tak mungkin untuk diterbangkan.

AWAL DARI PROTES PHOENIX SINCIA. Akhirnya, diputus juara bersama.

Pembagian uang tabanas, panitia akhirnya harus mengeluarkan kocek sendiri sebesar Rp 11.400.000,- untuk menomboki dua pembalap yang bersikukuh pada pendiriannya. “Ya gimana lagi, agar permasalahan clear (selesai) panitia harus mengeluarkan Rp 11.400.000,-,” tendas Budi SG dengan mata berkaca-kaca.
Dengan putusan ini, maka keempat pembalap dinobatkan sebagai juara bersama dan lomba saat itu pula ditutup.

SUKSES BESAR
Ketidak suksesan di lomba utama minggu, diluar dugaan oleh panitia. Sebab, di lomba dua hari sebelumnya Galatama 500 meter, Galatama 800 meter dan utama junior ring 2018 semua terwujud sang juara. Digalatama tercatat 62 seri. Jumlah yang cukup spektakuler, meski belum bisa memecahkan rekor galatama di Sampang Madura.
“Kita berpuas hati di seri Galatama, panitia dengan cepat dan lugas mampu menyelesaikan jalannya lomba dan terwujud sang juara. Jumlah protes pun minim, akhirnya lomba berjalan lancar dan sukses,” ucap H Azis, motor penggerak andhokan di Pasuruan City.
Diseri bergengsi yakni Perang Bintang (PB), Galatama 500 meter junior ring 2018 disabet oleh Ronaldo Jr, joki Rio dari Beruang Team Klaten, setelah mengalahkan Top Gun joki Kebo, milik Aking Banyuwangi.
Sedangkan di senior, kali ini LA Ferrari joki Ardi, milik Royal Platinum Klaten mengkandaskan ambsi Ninja Boy, joki Gito Sidoarjo. Begitu juga di Galatama 800 meter, sang juara disabet oleh Gadis Yogya joki Saridin, milik Budi SG Pasuruan, lewat semangat tingginya mengalahkan Jendral Muda joki Ajek milik Tekhin Situbondo.
Kesuksesan kali ini membuat, lomba di trek balap Desa Manaruwi Bangil Pasuruan patut diacungi jempol, meski di utama mingu harus berakhir tragis, empat pembalap dinobatkan sebagai juara bersama.

Advertisement

Post Comment