Shani Kembali Sabet Juara di LJB’18 Jember
Balap

Shani Kembali Sabet Juara di LJB’18 Jember

Pertarungan hebat kembali terjadi di trek balap Jatigowok Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan Jember 22-24 Juni 2018 Minggu lalu. Pembalap Jawa Timur tumplek blek, terkecuali pembalap Madura absen, juga Jatim wilayah barat.
Lomba yang di hadiri oleh mania Sidoarjo sampai Banyuwangi ini menyisahkan pengalaman menarik. Pasalnya, di lomba kali ini pembalap tuan rumah membanjiri trek balap. Bila diprosentase, sekitar 40 persen pembalap tuan rumah, lainnya dari tim tamu. Meski baru kali pertama gelar lomba “Liga jatim Bersatu”, setelah absen sekitar 10 tahun tidak ada lomba, antusiasme mania di luar dugaan.

PARA JUARA. Selamat ya…

Di Galatama 500 meter, panitia mengumpulkan sekitar 26 seri. Meski di pilah menjadi tiga golongan. Golongan pertama junior ring 2017, golongan ke dua ring 2018 dan golonga ketiga umum. Tak pelak, dalam hal ini, di seri Perang Bintang (PB) ring 2018, kali ini Shani sebagai sang juara. Karena Shani di lomba utama Minggu putaran pertama Lumajang meraih juara kedua, maka Shani secara tidak langsung (aturan lomba) tidak boleh ikut di semua lomba junior, baik di utama atau diseri-seri galatama. Akhirnya, juara shani pun didiskualifikasi.

JARWO CS SIDOARJO. Mulai bangkit.

“Ya, kalau aturannya seperti itu, kita patuhi dan dijalankan. Kita legowo sebagai sang juara di PB junior ring 2018,” tegas Mr K, sang joki Shani kepada beritamerpati.com di trek balap.
Prestasi luar biasa Shani ini, tak berlanjut di lomba PB 1000 meter, Shani tak mampu meraih juara. Di Seri PB, Shani harus kalah dengan pembalap unggulannya. Namun, kekahan di Galatama 800 meter, tak membuat pembalap ring NOCOMENT ini berkecil hati. Sebab, ketika turun di lomba utama, mampu meraih juara pertama.

WIDHA BAKAYARO. Puas di runner up.

Sementara di lomba junior ring 2017-2018, kali ini panitia memperoleh 362 peserta dan 17 seri di Galatama 800 meter. Di lomba Junior ring kali ini Super Hero milik Jarwo Sidoajo mampu menjadi juara pertama setelah di final mengalahkan Pamungkas II Jember.
Disusul juara ketiga Panji, milik Rudi Situbondo dan keempat Hanoman milik SB Team Banyuwangi.

UTAMA MINGGU
Persaingan ketat kembali terjadi di lomba utama Minggu, pendaftaran dimulai sejak hari Sabtu dengan biaya Rp 75 ribu. Bila mendaftar di hari Minggu dikenai biaya Rp 100 ribu. Sekitar 200 peserta terdaftar di hari Sabtu, ini terbukti jumlah kocokan yang kembali ke panitia lomba pas 200 kocokan.

JUARA UTAMA JUNIOR RING’17-18. Disabet pembalap Sidoarjo.

Karena sudah terkumpul, akhirnya malam hari panitia melakukan rekapan, keesokan harinya Minggu pukul 10.05 wib, panitia membagi nomer penerbangan. “Karena sudah kita umumkan besok jam 11.00 wib, lomba dimulai (pembalap diterbangkan), peserta lomba sangat-sangat konsisten. Pukul 09.30 wib peserta mulai berdatangan di trek balap. Dan tepat pukul 10.50 wib, terbangan pertama dimulai,” tegas Titi, bendahara lomba.
“Dengan penerbangan awal, alhasil lomba pun selesai pukul 15.10 wib dengan total peserta 310, plus daftar ulang,” tambah Titi.
Babak demi babak dijalankan, kali ini pembalap milik SMA Team Pasuruan harus legowo, menginjak 20 besar harus berjatuhan. Hanya satu Super One mampu melaju ke 10 besar. Namun, Super One harus kalah juga di 10 besar lawan Bakayaro Banyuwangi diterbangan ke-4 babak ke-7.

DUA FINALIS. Junjung fair play.

Sebaliknya, Bakayaro dan Shani kembali menampakkan kehebatannya, sehingga kedua pembalap ini melaju sampai ke final. Di babak sebelumnya, disemi final, Shani Vs Boy Situbondo, dimenangkan Shani. Sedangkan Bakayaro Vs Jangkrik Sidoarjo.
Partai final dilepas tepat pukul 15.10 wib, dimana kedua belah pihak masih satu daerah. Final kali ini terulangnya kembali di lomba putaran pertama Lumajang. Namun, kali ini Bakayaro harus legowo, setelah sprint cepat dan tebak keras tepat di tangan joki Mr K. Let Eko pun menunjuk Shani sebagai sang juara, dilanjut dengan Bakayaro.
“Dengan kemenangan Shani, maka Shani sudah menyamai kualitas terbang dan tembak pembalap Bakayaro. Sebab dipertemuan pertama Shani kalah. Sedangkan dipertemuan kedua, Shani menang,” tandas Mr K, cukup bangga akan kualitas terbang pembalap milik SB Team ini.
Dengan selesainya lomba dengan waktu yang lebih cepat, serta baru pertama terjadi di Jawa Timur bahkan Indonesia, lomba dengan 310 peserta dan selesai pukul 15.10 wib. Maka sebagai sesepuh mania andhokan Jember, Sardat, pemilik Golden Boy yang saat ini kembali muncul di trek balap, mengucapkan banyak terima kasih kepada peserta lomba yang telah mendukung kinerja panitia. Juga, kedisiplinan peserta dalam mengikuti lomba kali ini.
Tanpa saling mendukung, tidaklah mudah dalam hal menyelesaikan jalannya lomba dengan jumlah 310 peserta. Juga, kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Pengda PPMBSI Jawa Timru yang telah mempercayai Penglok Jember untuk menggelar lomba “Liga Jatim Bersatu 2018”.
Sebab, di Jember sudah sekitar 10 tahun lebih tidak ada lomba sebesar seperti ini, sehingga mania Jember haus akan lomba. “Dengan kesuksesan ini, sebagai sesepuh mania andhokan Jember, memohon kepada Pengda PPMBSI Jawa Timur dan PPMBSI Pusat, di tahun 2019 nanti, Penglok Jember bisa diberi jadwal lomba nasional, sehingga mania andhokan Jember bisa lebih bersemangat lagi,” tandasnya.
Diakhir lomba, kami mewakili panitia lomba, mohon maaf jika ada khilaf, dan terima kasih banyak kepada semua peserta lomba dan mania yang telah mendukung jalannya lomba, sehinga terwujud lomba sukses dan selesai pukul 15.10 wib.

 

Advertisement

Post Comment