SINCHAN; Runner Up 14 th Anniversary, Bapak Ring Palem
Profil

SINCHAN; Runner Up 14 th Anniversary, Bapak Ring Palem

Advertisement

Teringat akan pembalap pendobrak semangat pembalap Jatim menuju ke nasioal tahun 2014 silam. Saat itu pembalap timur nyaris dijadikan bulan-bulanan pembalap blok barat dan tengah. Namun, Setelah Sinchan asal Lumajang meraih runner up di 14 th Anniversary Jakarta, membuat pembalap timur lainnya di tahun 2014 diperhitungkan. Salah satunya New Bidadari Jombang dan Virus Sidoarjo.
Shincan, nama pembalap yang tak diduga mampu melambungkan nama Kabupaten Lumajang di tingkat nasional, sedikit membuat heboh mania blok barat dan tengah. Sebab, tiga tahun belakangan (tahun 2010-2013), pembalap blok timur ketika turun di trek balap nasional harus menjadi penonton di partai final antara pembalap blok barat dan tengah.
Tak heran, jika tiga tahun belakangan, Jawa Timur yang memiliki gudang pembalap nasional harus duduk manis dan tak mampu berbuat banyak guna mengalahkan pembalap propinsi lainnya. Jika ikut lomba, itu pun bisa dihitung dan prestasi yang didapat tidak sesuai harapan seperti lima bahkan tujuh tahun silam
Kini, di tahun 2014, muncul pembalap kualitas super hasil ternakan sendiri dari pedesaan tepatnya di Desa Kedungjajang Kecamatan Kedungjajang Lumajang. Shincan, yang terlahir dari tiga teluran (enam saudara) dari tiga teluran yang diambil, harus sendirian tanpa saudara sekandung.
Menurut H. Holik, sang peternak sekaligus pemilik, teluran pertama silangan jantan ring Palem 365 (anak Algojo) Vs betina Gobel (ring prima Otiam Bandung), mampu menetaskan dua merpati jantan dan betina. Namun kedunya akhirnya mati.
Teluran kedua juga mampu menetas, lagi-lagi hasilnya kedua merpati mati. Dan pada teluran ketiga, dilakukan hati-hati dan muncul dua ekor piyik jantan dan betina. Jantan ini tidak lain adalah Shincan, sedangkan betina sepetarangan belum begitu besar ikut saudara yakni sekarat.
Akhirnya, Sinchan hidup sebatang kara tanpa saudara-saudaranya. Jika lain ibu atau bapak masih ada, namun kualitas terbang kurang begitu mumpuni seperti Shincan. Kualitas tak beda jauh, karena setiap pembalap memiliki kelemahan dan kelebihan sendiri. Kelebihan luar biasa dimiliki Shincan dan berakhir mampu merain runner up lomba utama 14 Th Anniversary di Jakarta.
Style pembalap tak mau putus asa dan selalu semangat ketika lawan mengejarnya, membuat lawan sering kalah sprint dan tembak ditangan joki. Tak heran, sering lawan kalah tak jauh dengan terbangnya. Sesekali, jika lawan lengah, harus tertunduk lesu akibat tertinggal jauh oleh Shincan.
Kemenangan seperti inilah yang terjadi pada Shincan di lomba-lomba sebelum 14 ’Th Anniversary di Jakarta. Al hasil, di tahun 2014, Shincan dinobatkan sebagai pembalap the best ten peringkat 2014.

Advertisement

Post Comment