Sanggong Team Siap Turun di Nasional
Balap

Sanggong Team Siap Turun di Nasional

Setelah meraih juara runner up di Utama Minggu “Liga Jatim Bersatu (LJB)’2018” trek balap Nyiur Cangka Panji Situbondo (14/10) Minggu lalu membuat H Abdul Rahman, manajer Sanggong Team Pamekasan makin mantap turun di dunia merpati balap tanah air, khususnya di LJB’18 dua belas putaran.
Menurut F1AN, panggilan akrap H Abdul Rahman, terjun di dunia merpati balap dilakukan sejak usia muda. Sebab, dikampung daerah Bangkalan, tepatnya di Tanjungbumi, mania merpati balap merupakan hal yang tak asing lagi.

DI TREK BALAP. Kekompakan kunci utama meraih juara.

Nyaris setiap kelurahan, banyak mania andhokan, mulai usia muda sampai tua. Dari sinilah, menekuni dunia andhokan merupakan hal yang wajib. Hanya saja, ketika memasuki usia tiga puluh tahun dan berkeluarga, terjun di dunia andhokan sedikit kendor, selain bekerja di Arab Saudi, membuatnya berkonsentrasi di dunia andhokan tidak bisa maksimal.
Tengah tahun 2017, melihat dunia andhokan di Jawa Timur makin semarak, khususnya di Pulau Madura, apalagi mulai digelar Liga Jatim yang jadwalnya tertata rapi, juga ada dukungan dari bebera perawat, serta joki, membuatnya tertantang lebih serius turun merpati balap.
Ini dibuktikan dalam beberapa bulan lalu, sempat memasukkan (beli) beberapa pembalap kualitas yang siap turun di lomba. Sebut saja, Azoka (ring ELLA) dan Pak Eko. Dua pembalap ini, tidak ada di Pamekasan, melainkan kita taruh di rumah Tanjungbumi Bangkalan dan dirawat oleh H Rofik, dengan joki Sairi.
Sedangkan di Propoh kita rawat sendiri dengan joki Agus. Juga melatih dan menyiapkan beberapa piyikan, salah satunya Sanggong ini. Pembalap ring F 1 AN, turun di Situbondo sudah ada filing bakal bisa tembus 10 besar. Selain kondisinya fit, kualitas terbang dan tembak ditangan tepat, ini terlihat saat di putaran ke-7 Sampang.
“Sayangnya, di Sampang belum punya rejeki,” tandas bapak dua anak ini kepada beritamerpati.com
Tak hanya itu, sambung mania setiap dua bulan dalam satu tahun, dihabiskan di Arab Saudi ini, di lomba Situbondo utama Minggu Sanggong terbang dan tembaknya bagus. Alhasil, mampu meraih runner up.
Bagaimana dengan nasional di Pasuruan dua buangan lagi?
Sanggong di nasional Pasuruan nanti rasanya siap betul. Kita hanya bisa berusaha, rejeki tidak bisa dipastikan. Terpenting tetap berusaha dengan merawat Sanggong dkk sebaik mungkin, serta melatihnya dengan semangat. “Insyaallah, Sanggong dan dua rekannya Azoka dan Pak Eko bisa bersuara, mampu meraih juara,” harapnya.
Sebab, lanjutnya, di lomba nasional tahun 2018 tidak mudah meraih juara di lomba utama. Masuk 10 besar butuh perjuangan yang tak mudah. Selain joki harus sabar dan cekatan dalm menangkap pembalap, juga cara rawatan pembalap harus lebih disiplin. Selanjutnya tinggal rejeki.
Diakhir perbincangan, H Abdul Rahman, di tahun 2018 Sanggong Team akan berusaha selalu hadir di lomba, baik di LJB’18 atau nasional Jawa Timur.

Advertisement

Post Comment