Tiga Pembalap Berbagi Tabanas & Point di LJB’19 Situbondo
Balap

Tiga Pembalap Berbagi Tabanas & Point di LJB’19 Situbondo

Dua hari sukses dengan 61 seri, giliran di lomba utama total 270 peserta panitia hanya mampu menyelesaikan sampai di tiga besar. Setelah tiga terbangan dijalankan, hujan deras turun. Panitia bersama peserta lomba sepakat lomba dihentikan, point dan tabanas dibagi bersama. Lewat putusan bersama ini, maka “Liga Jatim Bersatu (LJB)” 2019 putaran ke IV, 26-29 April 2019 di trek balap Nyiur Cangka Panji hanya mampu mewujudkan sampai tiga besar.

PARTAI 10 BESAR. Perang sprint dan tembak makin sengit.

Selama menjalanan lomba di trek balap Nyiur Cangka Panji Situbondo, kali pertama lomba harus berhenti karena hujan. Trek balap minim turun hujan ini, meski dimusim hujan, Minggu lalu tak mampu membendung turunya hujan. “Selama menjadi panitia lomba, baru kali pertama hujan turun dan itu pun pas di babak akhir (tiga besar) dan akhirnya lomba harus berhenti,” tutur Lalak Saputra Kasi Lomba Pengda PPMBSI Jatim kepada beritamerpati.com di trek balap.

JUARA BERSAMA. Sayang harus berbagi tabanas akibat hujan deras.

Lomba sukses besar dengan 61 seri di dua hari dengan berbagai macam seri. Mulai Perang Bintang (PB) ring tahun 2019, 2018 dan umum. Begitu juga di Galatama 800 meter PB ring tahun 2019 dan 2018 terisi. Tot akhir dua hari 61 seri.
Kali ini PB 500 meter ring 2018 sang juara disabet oleh Top One milik Bagus Win Banyuwangi, disusul oleh BCL milik Cingsang Jember. Sedangkan di PB ring 2019 diputus juara bersama yakni Batman, milik Rosy Bondowoso, Hero, milik Wiwit Situbondo dan Btg Kecil milik Darwis Asembagus. Dan di PB umum kali ini disapu bersih oleh SG Team Pasuruan dengan dua pembalapnya yakni Portugis dan Sergio.

JUARA PERTAMA UNDIAN. Terima kasih panitia lomba Situbondo.

Di Galatama 800 meter PB hanya tergelar dua seri, seri Ring 2019 diraih oleh Batman, milik Rosy Bondowoso dan Joko Sabar, milik Arif Situbondo. Sedangkan ring 2018 diraih oleh Shani, milik SB Team Banyuwangi dan Top One, milik Bagus Win Banyuwangi.
Sementara di lomba utama, kali ini panitia meraup 272 peserta. Sekitar pukul12.15 wib lomba dimulai. Babak demi babak dijalani, pertarungan antar pembalap patut diacungi jempol. Memasuki babak 10 besar sekitar pukul 16.30 wib mendung mulai datang dan berputar-putar di atas trek balap. Rasa was-was pun mulai dirasa oleh peserta lomba. Jika tidak cepat, maka dikawatirkan hujan turun.
Rasa was-was pun terbukti setelah menginjak enam besar pembalap dilepas. Satu lepasan hujan mulai turun . Karena sudah terlanjur lepas, maka lepasan selanjutnya tetap dilanjut. Setelah selesai dan melihat hujan makin deras, maka panitia bersama peserta lomba sepakat lomba dihentikan.

TIM MADURA. Sikat bersih di 10 besar

“Karena hujan makin deras, maka kita putuskan lomba dihentikan dan ketiga pembalap berbagi tabanas dan point,” tegas Lalak Saputra bersama ketua lomba Penglok PPMBS Situbondo.
Dengan berakhirnya lomba, maka di LJB’19 putaran keempat tidak terwujud juara sejati, karena hujan turun. Segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, serta partisipasi mania yang ada di Jatim. Mohon maaf jika dalam perjalanan lomba ada khilaf panitia lomba. Sampai jumpa di trek balap Wonorejo Lumajang putaran ke-5 tanggal 10-12 Mei 2019.

 

Advertisement

Post Comment