Trek Balap LJB’18 Lamongan/Tuban Klas Nasional
Berita

Trek Balap LJB’18 Lamongan/Tuban Klas Nasional

Advertisement

Liga Jatim Bersatu (LJB) 2018 putaran ke-6 tanggal 14-16 September 2018 Minggu depan di trek balap Desa Kuner Plumpang Tuban bakal dibanjiri mania andhokan Jatim dan Jateng. Ini terlihat dari persiapan tim yang turun di trek balap kali ini.
Menurut pantauan beritamerpati.com, tim Solo, Klaten dan Semarang serta Jateng bagian pantura (kudus, Rembang dan Pati) bakal ngluruk ke lomba LJB’18 Lamongan. Dikarenakan di Jateng sendiri kosong akan lomba. Jika ada, itupun lomba jagungan hadiah di bawah Rp 5 juta. “Sayang jika di Jatim ada lomba dengan total Rp 35 juta pendaftaran Rp 75 ribu tidak turun,” tegas mania Solo yang bakal full tim ngluruk ke Lamongan.
Tak hanya tim Solo, lima tim besar Semarang turun di lomba LJB’18 ini. Mereka membawa pembalap kuat nasional. Dengan harapan, hadiah total Rp 35 juta siap dibawa pulang ke Semarang.
Sementara itu, panitia lomba yang dikomandani oleh Prapto, sudah menyiapka trek balap kualitas super (kualitas nasional). “Semua sudah kita siapkan secara matanag, baik tempat di finish, dan tempat pelepasan 500 meter, 800 meter dan 1000 meter. Selain itu, perijinan lomba sudah clear sampai Polres Tuban, hanya tunggu tanggal mainnya saja,” tegasnya kepada beritamerpati.com ketika mengontrol trek balap Desa Kunir Minggu lalu.
Lomba yang bakal dibanjiri oleh pembalap blok timur dan blok tengah ini, menjadi magnet bangkitnya pembalap pantura di Jatim. Sebab, selama ini daerah Lamongan, Babat, Gresik, Tuban dan Bojonegoro sepi manianya. “Dengan lomba ini, diharapkan pemain lama kembali (come back) ke dunia merpati balap,” harap Prapto dengan semangat.
Bagaimana dengan penginapan peserta?
Untuk penginapan, sambung Narjo, crew panitia, panitia sudah menyiapkan beberapa rumah penduduk untuk dikontrakkan tim-tim dari luar kota. Tempatnya tak jauh dari trek balap. Sekitar 100 meter sampai 300 meter dari lokasi lomba.
Juga untuk mencari makanan, peserta tak perlu bingung, banyak warung-warung makan di daerah sini. “Semua terserah peserta lomba, mau pesan di rumah kontrakkan atau beli sendiri di luar,” tandasnya.
Diakhir perbincangan, Prapto pun berharap lomba kali ini sukses dan lancar, serta terwujud juara.

Advertisement

Post Comment